Sabtu, 09 Januari 2010

ABSES OTAK

Merupakan infeksi intra kranial dapat melibatkan jaringan otak atau lapisan yang menutupi otak dan medula spinalis (meningitis) atau adanya akumulasi bebas / terbentuknya pus berkapsul dalam otak (abses otak) sumber penyebab dapat berupa bakteri, virus atau jamur (fungi) dan hasilnya / penyembuhan dapat komplet (sembuh total) sampai pada menimbulkan penurunan neurologis dan juga sampai terjadi kematian. (Marilgan E doengs Mary France Moorhouse Alice Bissler. Rencana Askep Edisi III Penerbit Buku Kedokteran Jakarta, 1992).

1. Etiologi
6 – 20% abses otak disebabkan oleh kombinasi berupa mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, fokus infeksi yang dapat menyebabkan abses otak antara lain :
- Trauma
- Ntastase, trauma abses
- Sinusitis radang rongga paranasal
- Sinusitis frontalis dan sinusitis maksilaris
- Lain-lain, infeksi mata dan infeksi wajah

2. Patogenesis
Fokus infeksi primer yang dapat menyebabkan abses serebri adalah :
- Otogenik : mastoiditis, otitis mediasinusitis : sinusitis frontalis, ethmoidales, maksilaris, aphenoidates, bronchietas, empyem, tonsilitis, apendisitis, pyelone, phritus, septik aborsi, osteomyliti, ekstraksi gigi.
- Trauma : peluru, tusukan, imfresi faktur
- Lain-lain : infeksi mata thrombose sinus caifernosus, infeksi wajah
- 20% tidak ditemukan fkus infeksi primer

3. Gejala Klinis
Gejala klinis abses cerebri sangat banyak ragamnya tergantung jumlah in teraksi antara penderita dan penyebab infeksi, ukuran dan infeksi lokalisasi lesi serta kerusakan jaringan sekitarnya.
Gejala abses cerebri dapat dibagi menjadi
1. Gejala infeksi umum
2. Gejala tekanan tinggi intra kranial
3. Gejala fokal
Pemeriksaan tambahan
- Fungsi tumbal dapat berbahaya pada abses otak dengan tekanan tinggi intra kranial
- Thorak foto untuk mencari kemungkinan fokus infeksi poto tengkorak untuk mencari tanda-tanda tekanan tinggi intra kranial juga mencari sumber infeksi
- EEG memperlihatkan tanda-tanda fkal sloding disekitar abses
- Radioaktive te scanning merupakan pemeriksaan yang cukup sensitif untuk abses cerebri
- Ct sean dapat mendeteksi adanya abses

4. Pengobatan
Antibiotik dimakan bisa stadium cerebri dan juga di syndroma gersmant bila mengenai hemisfer dominan.

5. Pemeriksaan Tambahan
- Punksi lumbal berbahaya pada abses otak, dengan tekanan tinggi intra cranial dapat diikuti oleh kompresi batang otak akut selama abses terlokalisir, cairan otak jernih, sebelum da hasil kultur diberikan Fenicilin G.1 V. 20 juta untuk sehari ditambah chlorampehnicol IV 4.6 gram sehari.

- Anti edema
Bila terdapat gejala tekanan tinggi intra cranial dan ancaman herniasi dilanjukan pemberian Munitel atau dexamuthasn 6-12 mg tiap 6 jam.
- Operasi
Bila kapsul sudah terbentuk dan abses letaknya suprfisial dapat dilakukan extirpasi abses serumen kapsulnya, pada abses yang letaknya dalam dapat dilakukan aspirasi dari abses dan penyuntikan antik mikroba pada abses.
Operasi pada stadium cerebritis hanya akan menambah trauma edema cerebra penyebaran infeksi.

6. Prognosa
Pasien abses cerebri yang tidak diobati dan tanpa tindakan operasi kan fatal dengan pemberian antibiotik dan operasi kematian tidak kurang dari 20% perawatan abses cerebri.
1. Perawatan Fisik
- Pasien istirahat multak, segala sesuatu ditolong
- Tidak boleh terlalu banyak pergerakan (aktivitas)
- Poasien gelisah kesakitan, sesuai dengan pengobatan sering diberikan obat penenang dan anti biotik dosis tinggi
- Perawatan harus lebih hati-hati karena pasien rangsangan meningan sangat sensitif seperti kaku kuduk
- Pergerakan leher, putaran kepala perlu dijaga supaya rangsangan muntah tidak timbul
- Perhatikan dapat kejang-kejang
2. Prosedur diagnostik
- Dilakukan Ct scan + schedel foto untuk menentukan indikasi operasi
- Bila abses itu pecah, tiba-tiba kesadaran menurun
- Suhu badan tinggi kompres dingin diberikan
- Nafsu makan tidak ada, karena sakit kepala luar biasa


7. Patologi
Distribusi dari abses cerebri terjadi pada cerebrum dan hampir terjadi pada cerebrum abses pada batang otak sangat jarang tetapi dalam salah satu penyelidikan anaerob abses temporalis bahwa sering pembentukan abses cerebri terjadi melalui :
- T1 : Encepahlitis
- T2 : Terbentuk pus tetapi abses belum dapat dibedakan dengan jaringan sekitarnya
- T3 : Pembentukkan dingin dan abses terlokalisir

B. Tujuan Kasus Secara Teoritis
a. Aktivitas/istirahat
Gejala : Prasaaan tidak enak (malaise)
Tanda : Ataksia, masalah berjalan, kelumpuhan gerakan involunter, kelemahan secara umum keterbatasan dengan rentang gerak.

b. Sirkulasi
Gejala : Adanya gejala kardiopatologi seperti endokarditis, beberapa penyakit jantung kongenitol (abses otak).
Tanda : Tekanan darah meningkat, mnadi menurun, tekanan nadi berat.

c. Eliminasi
Tanda adanya inkontinensia dan retensi
1. Makanan/cairan
Gejala : Kehilangan nafsu makan, ksulitan menelan
Tanda : Anoreksia, munah, turgor jelek, membran mukosa kering.


BAB III
P E N U T U P

1. Kesimpulan
- Abses otak merupakan suatu infeksi intra kranial dapat melibatkan jaringan otak atau lapisan yang menutupi otak dan medulla spinalis atau adanya akumulasi bebas / terbentukya pus berkapsul dalam otak (abses otak) sumber penyebab dapat berupa bakteri, virus, atau jamur dan hasilnya / penyembuhannya dapat komplet (sembuh total).
- Dalam melakukan pengkajian pada pasien di fokuskan pada masalah yang berhubungan dengan penyakit yang diderita.
- Diagnosa yang ditegakkan harus berdasarkan pada data yang ditemukan saat pengkajian tidak terfokus pada konsep teri saja.
- Dalam merencanakan tindakan keperawatan dilakukan sesuai prosedur keperawatan.

2. Saran
- Dalam melakukan asuhan keperawatan hendaknya perawat lebih memperhatikan kebuuhan keadaan pasien.
- Perencanaan yang dirumuskan harus sesuai prioritas masalah yang muncul agar dapat diatasi dengan kebutuhan utama pasien.
- Dalam merencanakan tindakan keperawatan dilakukan dengan prosedur keperawatan dan kode etik keperawatan.

Tidak ada komentar: