Sabtu, 09 Januari 2010

abses peritonsil

Pembahasan

1. Pengkajian
2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama
Klien datang kerumah sakit dengan keluhan terasa gatal dan kering kering pada tenggorokan, hipertermi, keadaan umum lemah.
b. Keluhan Masa Kini (PQSRST)
Pada saat dilakukan pengkajian klien masih mengeluh gatal dan kering pada kerongkongan, hipertermi, suhu 39o C, badan lesu, suara serak dan anoreksia
c. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
Klien belum pernah menderita penyakit kronik, hanya pernah mengalami demam biasa dan klien belum pernah dirawat di rumah sakit.
d. Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien anak pertama dari 3 bersaudara, anggota keluarga tidak ada yang menderita penyakit krinik dan penyakit seperti yang dialami klien.
e. Kebiasaan Sehari-hari (3 bulan terakhir)
Pola makan 3 x/hari, minum + 8 gelas/hari, BAB 1 x/hari, BAK + 4 – 6 x/hari, mandi dan gosok gigi 2 x/hari, kebiasaan ganti pakaian 1 x/hari, kebiasaan tidur siang + 2 jam/hari, tidur malam + 7 jam/hari, tidak ada kebiasaan olahraga dan rekreasi.

3. Data Biologis
a. Keadaan Umum
Klien kurang nafsu makan, porsi yang disediakan hanya 2 sendok yang habis, minum + 3 gelas/hari, tidak ada alergi obat-obatan dan makanan.
b. Eliminasi
Bab 1 x/hari, BAK + 3 – 4 x/hari, tidak terpasang kateter, tidak ada konstipasi saat BAB.
c. Istirahat dan Tidur
Istirahat dan tidur klien terganggu karena ada rasa panas diseluruh tubuhnya, tidur hanya + 5 jam terpenuhi.
d. Personal Hygiene
Selama di rumah sakit klien tetap mandi dan gosok gigi.
e. Alergi
Tidak ada alergi makan dan obat-obatan.
f. Pemeriksaan Fisik
1. Tanda-tanda Vital
2. Kesadaran Umum
Penampilan klien tampak rapi dan bersih, kesadaran kompos mentis, TB : 165 cm, BB : 70 kg.
3. Kepala
Struktur simetris kiri dan kanan, rambut hitam, kulit kepala bersih.
4. Telinga
Struktur telinga simetris, funsi pendengaran baik, cerumen ada dalam batas normal, tidak menggunakan ala bantu dengar.
5. Mata
Schlera mata putih, konjungtiva anemis, pupil dapat berkontraksi bila terkena cahaya.
6. Abdomen
Tidak ada nyeri tekan, bentuk abdomen, simetris.
7. Mulut / Pengecapan
Keadaan gigi lengkap dan bersih, mukosa mulut lembab, lidah kotor, bibir kering, ada gangguan menelan / dispagia.
8. Pernafasan
Frekuensi nafas 20 x/I, bunyi nafas vesikuler tidak ada alat bantu pernafasan.
9. Kulit
Tidak ada kelainan warna kulit.
10. Aktivitas Sehari-hari
Klien dapat menolong diri sendiri dengan baik.
g. Data Psikologis
Klien dapat menerima penyakit yang dialaminya, klien dapat berorientasi dengan baik dan peka terhadap rangsangan.
h. Program Pengobatan
- Antibiotik
- Anti piretik
- Obat kumur
- Infus RL
i. Data Spiritual
Selama dirumah sakit klien selalu berdoa kepada Allah supaya lekas sembuh.
j. Data Sosial
Klien dapat bersosialisasi dengan keluarga, perawat dan pasien yang lain.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Hipertensi berhubungan dengan proses infeksi ditandai dengan klien mengatakan badannya terasa panas, suhu 39o c, keadaan umum lemah, lesu, rasa gatal pada tenggorokan, suara serak.

2. Anorexia berhubungan dengan disfagia ditandai dengan klien mengatakan kurang nafsu makan, porsi yang disediakan hanya 2 sendok yang dihabiskan, ada gangguan menelan, lidah dan bibir kotor dan kering.

3. Perubahan pola istirahat dan tidur berhubungan dengan hipertermi ditandai dengan klien mengatakan susah tidur, tidur hanya 5 jam terpenuhi, konjungtiva anemis, keadaan umum lemah, lesu, suhu 39o C.





RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

1. DX I
Tujuan : Hipertermi teratasi
K/H :
- Suhu kembali normal (36 – 37o C)
- Keadaan umum membaik
- Rasa gatal hilang
- Suara kembali normal
Intervensi :
- Pantau tanda vital tiap 4 jam sekali
- Kaji tanda-tanda infeksi
- Kompres hangat pada pusat panas seperti aksila dan dahi
- Catat dan laporkan pada dokter bila terjadi perubahan pada kondisi pasien
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian anti biotik dan anti piretik.
Rasionalisasi :
- Untuk mengetahui keadaan umum klien secara menyeluruh
- Untuk mengetahui tanda-tanda yang dapat menyebabkan infeksi
- Untuk mengurangi panas
- Untuk memudahkan perawat dan dokter melakukan rencana tindakan selanjutnya
- Anti biotik, dapat mencegah dan mengantisipasi terjadinya infeksi, anti piretik dapat memblok pusat panas sehingga panas dapat teratasi.


2. DX II
Tujuan : Anoreksia teratasi
K/H :
- Nafsu makan meningkat
- Porsi yang disediakan habis
- Dispagia teratasi
Intervensi :
- Beri penjelasan pada pasien tentang pentingnya nutrisi terutama pada saat sakit
- Beri makana dalam keadaan hangat
- Beri makanan dalam porsi kecil tapi sering
- Kolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian diit.
Rasionalisasi :
- Aga pasien mengetahui manfaat nutrisi untuk penyembuhan
- Agar klien termotivasi untuk makan
- Agar klien tidak bosan dan makanan yang diberikan dan juga untuk mencegah terjadinya mual
- Agar nutrisi yang diberikan sesuai dengan diit.

3. DX III
Tujuan : Tidur terpenuhi
K/H :
- Tidur kembali normal (7 – 8 jam/hari)
- Konjungiva merah muda
Intervensi :
- Kaji penyebab gangguan tidur klien
- Ciptakan suasana yang tenang
- Atur posisi klien yang nyaman
- Hindari melakukan tindakan saat klien tidur
Rasionalisasi :
- Agar perawat mengetahui penyebab terjadinya gangguan tidur
- Agar pasien tidur dengan nyaman
- Agar pasien tidur dengan nyenyak
- Agar pasien tidur lebih lama.

DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer Arief, dkk, 2001. Kapita Selekta Kedikteran, Jilid I Edisi 3, Jogjakarta.

Buku Pegangan Praktek Klinik Asuhan Keperawatan Pada Klien Faringitis, Edisi 1 Suriadi, S.Kp. dan Ria Yuliani, S.Kp.

Ilmu Kesehatan, FakultasKedokteran Universitas Indonesia, 1985.

Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Jilid I. Editor Arif Mansjoer. Kuspuji Triyanti, Rakhmi Savitri. Penerbit Media Aesculapius Fak. Kedokteran UI, 1999.

Tidak ada komentar: