Rabu, 13 Januari 2010

anemia

Reduksi sementara jumlah sel-sel darah merah yang bersirkulasi dan kadar hemoglobin yang disebabkan oleh distruksi sel selama hemotrapi. Mengarah pada hipoksia sel selama hemotrapi, mengarah pada hipoksia jaringan karena kerusakan kapasitas pembawa aksigen

I. Defenisi
Reduksi sementara jumlah sel-sel darah merah yang bersirkulasi dan kadar hemoglobin yang disebabkan oleh distruksi sel selama hemotrapi. Mengarah pada hipoksia sel selama hemotrapi, mengarah pada hipoksia jaringan karena kerusakan kapasitas pembawa aksigen.
Berbagai macam anemia dalam kehamilan yaitu :
a. Anemia defisiensi besi
b. Anemia megaloblastik
c. Anemia hipolastik
d. Anemia hemolitik

II. Etiologi
Riwayat yang menyebabkan anemia dalam kehamilan :
a. Defisiensi besi
b. Perdarahan
c. Radang megaloblastik
d. Anemia hemolitik
e. Anemia aplastik
f. Anemia hipoplastik

III. Patofisiologi
Penurunan kadar hemoglobin pada wanita sehat yang hamil disebabkan peningkatan volume sel darah merah dan haemoglobin. Terutama pada trimester kedua, di dalam kehamilan keperluan zat-zat makanan bertambah dan terjadi pula perubahan-perubahan dalam darah dan sum-sum tulang.
Darah bertambah banyak dalam kehamilan (hidremia), tetapi bertambahnya sel darah kurang dibandingkan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. Pertambahan tersebut dibanding sebagai berikut : plasma 3% sel darah 18% dan hemoglobin 19%. Pengenceran darah tersebut merupakan penyesuaian diri secara fisiologis dalam kehamilan.
Pengenceran itu meringankan beban jantung yang harus bekerja lebih berat dalam masa hamil. Karena sebagai akibat hidremia cardiac output meningkat. Kerja jantung perifer berkurang pula, sehingga tekanan darah tidak naik, kedua pada peredaran banyaknya persalinan, banyaknya unsur besi yang hilang lebih sedikit dibandingkan dengan apabila darah itu tetap kental.

IV. Pemeriksaan Laboratorium / Diagnostik
- Penurunan Hb dan Ht (dehidrasi dapat meningkatkan Hb / Ht) jika pencetus penurunan pada Hb, dapa disebabkan oleh hemoragi
- JDL dan trombosit
- Jumlah retikolosit
- Kompatibilitas Abu, Rh
- Mean cell volume (MCV)
- Mean cell hemoglobin (MCH)
- Mean cell hemoglobin consertrasion (MCHC)
- Aspirasi sum-sum tulang
- Total iron binding capacity (TIBC).

V. Komplikasi
Abortus, persalinan proterm, partus lama karena inersia uteri, perdarahan pasca persalinan karena atonia uteri, syok infeksi intra persalinan maupun pasca persalinan. Payah jantung pada anemia yang sangat, sehingga kematian bayi ibu, janin yang di kadung dapat mengalami kematian, prematuritas, cacat bawaan, hingga cadangan besi.
Potensial komplikasi
Anemia berat dapat mengakibatkan hipotensi, dan infark miokad.


VI. Penatalaksanaan
Cairan IV
Masukan dan haluaran
EKG
SDP packed

B. Pengkajian
- Pengkajian Temuan
a. Sakit kepala
b. Pusing
c. Pingsan
d. Kelelahan
e. Peka rangsang
f. Kesukaran berkonsentrasi
g. Dispnea
h. Palpilasi
i. Sinkope
j. Keluhan terhadap perasaan dingin
k. Kehilangan warna kuku dan telapak tangan

C. Diagnosa Keperawatan
1. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang untuk pengiriman oksigen / nutrien ke sel.
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidak seimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan.
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak mampuan mencerna makanan.
4. Resiko terhadap kerusakan integritas tubuh berhubungan dengan perubahan anemia.
5. Diare berhubunan dengan penurunan masukan diet
6. Kurang pengetahuan tentang kondisi prognosis berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi.


D. Intervensi Keperawatan
1. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang untuk pengiriman oksigen / nutrien ke sel.
- Awasi tanda vital, kaji pengisian kapiler, warna kulit, dasar kuku
- Tinggikan kepala tempat tidur sesuai intoleransi
- Selidiki keluhan nyeri dada
- Catat keluhan rasa dingin
- Kolaborasi dengan dokter dalam memberikan oksigen tambahan

2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidak seimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan.
- Kaji kemampuan beraktivitas klien
- Awasi TD, pernaf, nadi selama dan sesudah aktivitas
- Beri bantuan dalam aktivitas
- Gunakan tekhnik penghematan energi
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak mampuan mencerna makanan.
- Kaji riwayat nutrisi klien
- Observasi dan catat masukan makanan klien
- Timbang BB tiap hari
- Observasi dengan ahli gizi dalam memberikan nutrisi sesuai dengan kebutuhan tubuh

4. Resiko terhadap kerusakan integritas tubuh berhubungan dengan perubahan anemia.
- Kaji integritas kulit, catat perubahan turgor perubahan warna
- Ubah posisi secara periodik
- Ajarkan permukaan kulit kering dan bersih
- Bantu untuk latihan rentang gerak

5. Diare berhubunan dengan penurunan masukan diet
- Observasi warna feces, konsistensik, frekuensi dan jumlah
- Auskultasi bunyi usus
- Hindari makanan yang berbentuk gas
- Dorong masukan dan haluaran dengan perhatian khusus pada makanan dan cairan

6. Kurang pengetahuan tentang kondisi prognosis berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi.
- Berikan informasi tentang anemia spesifik
- Tinjau tujuan dan persiapan untuk pemeriksaan diagnostik
- Jelaskan bahwa darah yang diambil untuk pemeriksaan labor tidak memperburuk anemia.

DAFTAR PUSTAKA

- Doenges, Marilynn E, dkk, 2000, Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, EGC. Jakarta.
- Wikjnjo Sastro Hanifa, 2002, Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.
- Mansjoer, dkk, 2001, kapita Selekta Kedokteran Jilid I, Media Aesculapius Fakultas Universitas Indonesia, Jakarta.
Tucker susan Martin, dkk, 1999, Standar Perawatan Pasien, Proses Keperawatan, Diagnosis dan Evaluasi, Edisi V, Vol IV, EGC Jakarta

Tidak ada komentar: