Rabu, 13 Januari 2010

Aneurisma

Aneurisma adalah : Pelebaran setempat pada arateri.

1. Pengertian
Aneurisma adalah : Pelebaran setempat pada arateri.
2. Fatofisiologi
Aneriusma biasanya terdapat pada arteri-arteri.
3. Faktor-faktor Patobinetik
Aneurisma merupakan kelemahan otot tunika media setempat, kongenital, hipertensi, artero scholorose radang setempat.
4. Gejala
Sebelum pecah menyerupai gejala tumor serebri, bila Aneurisama pecah timbul gejala akut seperti :
- Pingsan
- Suhu badan meninggi
- Kaku kuduk
- Nyeri kepala luar biasa
- Kesadaran menurun
- Perdaarahan hebat
5. Etiologi
- Penyakit – penyakit jantung
- Tekanan daarah rendah
- Tekanan darah tinggi
- Struke ulang
6. Penatalaksanaan
a. Pengobatan
- tindakan operatif
- Analgetik sementara
b. Perawatan
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat terlebih dahulu mengadakan pengkajian pada klien tersebut.

RENCANA KEPERAWATAN

1. DX I
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan kelumpuhan saraf otak ditandai dengan klien mengeluh sakit kepala, keadaan umum lemah nyeri seperti tertusuk-tusuk, skala nyeri 7, klien tampak meringis.
Tujuan : Rasa nyaman terpenuhi
Kriteria hasil :
- Klien tampak rileks
- Nyeri tidak ada lagi
- Skala nyeri o
Intervensi :
- Kaji, frekuensi, kuantitas dan lokasi nyeri
- Kaji tanda-tanda vital
- Berikan kompres dingin pada kepala
- Anjurkan klien untuk istirahat / ajarkan teknik relaksasi
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat analgetik
Rasionalisasi :
- Untuk memilih intervensi yang cocok dan mengevaluasi terapi yang diberikan
- Untuk mengetahui perkembangan tanda-tanda dan keadaan klien
- Meningkatkan rasa nyaman dan menurunkan vasadilatasi
- Menurunkan stimulasi yang berlebihan yang dapat mengurangi sakit kepala
- Penanganan sakit kepala secara umum.

2. DX II
Hipertermia berhubungan dengan “Sus, badan saya panas”, keadaan umum lemah, badan terasa panas, klien tampak gelisah, suhu 39o C, klien berkeringat.
Kriteria hasil :
- Suhu kembali normal
- Badan tidak panas lagi
- Klien tampak rrileks
Intervensi :
- Kontrol tanda-tanda vital
- Beri kompres hangat didaerah yang banyak pembuluh darah (axila dan didahi).
- Beri minum banyak lebih kurang 2,5 liter
- Longgarkan pakaian
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antipeuretik.
Rasionalisasi :
- Untuk mengetahui perkembangan tanda-tanda vital
- Dengan kompres dibagian yang banyak pembuluh darah dapat merangsang hypotalamus sebagai pusat pengatur panas
- Akan mengganti cairan yang hilang
- Membantu proses pertorasi
- Antipeuretik berfungsi untuk menurunkan panas.

3. DX III
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, ditandai dengan klien mengeluh kurang nafsu makan, keadaan umum lemah, berat badan menurun, porsi yang disediakan hanya 2 – 3 sendok yang dihabiskan, nafsu makan menurun.
Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria hasil :
- Berat badan kembali normal
- Keadaan umum baik
- Porsi yang disediakan habis
Intervensi :
- Jelaskan pada klien tentang pentingnya nutrisi bagi tubuh
- Beri makan porsi kecil tapi sering
- Timbang berat badan sesuai indikasi
- Kolaborasi dengan ahli gizi dalam pemberian diit.
Rasionalisasi :
- Diharapkan klien dapat mengetahui bahwa pentingnya gizi bagi kebutuhan tubuh
- Untuk memenuhi nutrisi klien dan dapat menaikkan selesa makan klien
- Mengevaluasi keefektifan atau kebutuhan mengubah pemberian nutrisi
- Untuk mengindentifikasi kebutuhan kalori / nutrisi tergantung pada usia berat badan, dll.

4. DX IV
Perubahan isitrahat dan tidur berhubungan dengan nyeri kepala ditandai dengan klien mengeluh tidak bisa tidur karena adanya nyeri kepala, keadaan umum lemah, konjungtiva anemis, sering terbangun pada malam hari, frekuensi tidur hanya 3 jam terpenuhi.
Tujuan : Istirahat dan tidur terpenuhi
Kriteria hasil :
- Klien tampak rileks
- Klien dapat tidur dengan tenang
Intervensi :
- Ciptakan suasana lingkiungan yang aman dan tenang
- Atur posisi klien senyaman mungkin
- Batasi pengunjung
- Jelaskan klien tentang pentingnya istirahat dan tidur
Rasionalisasi :
- Agar klien dapat beristirahat dan tidur dengan tenang
- Posisi yang nyaman dapat merambat motivasi klien untuk tidur dan istirahat
- Dapat menambah rasa nyaman dan tenang
- Agar klien dapat mengerti dan memahami bahwa tidur yang cukup baik untuk kesehatan.

5. DX V
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik ditandai dengan klien mengeluh tidak bisa memenuhi semua aktivitas sehari-hari, keadaan umum lemah, tonus otot menurun, kekuatan otot 4, sebagian aktivitas dilakukan perawat dan keluarga.
Tujuan : Klien dapat melakukan aktivitas seperti biasanya
Kriteria hasil :
- keadaan umum baik
- klien tidak dibantu oleh keluarga dan perawat
Intervensi :
- Motivasi klien untuk melakukan aktivitas secara bertahap
- Libatkan keluarga dalam tindakan keperawatan
- Kaji penyebab kelemahan
- Evaluasi peningkatan toleransi aktivitas
Rasionalisasi :
- Dapat memotivasi klien diharapkan dapat melakukan aktivitas secara mandiri
- Dapat melibatkan keluarga klien dapat dilatih secara rutin
- Nyeri juga memerlukan energi dan menyebabkan kelemahan
- Dapat menunjukkan peningkatan dekompersasi jantung daripada kelebihan aktivitas.

6. DX VI
Anxietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit dan pengobatannya ditandai “Sus, apakah penyakit saya masih bisa sembuh, klien tampak cemas dan gelisah, klien sering bertanya-tanya tentang penyakitnya.
Tujuan : Anxietas dapat teratasi
Kriteria hasil :
- Klien mengerti tentang penyakitnya
- Klien mengetahui bahwa penyakitnya bisa disembuhkan

Intervensi :
- Beri penjelasan kepada klien dan keluarga tentang keadaan penyakitnya
- Beritahu klien sebelum dilakukan tindakan
- Anjurkan pasien melakukan teknik relaksasi
- Ciptakan suasana yang tenang dan nyaman
Rasionalisasi :
- Diharapkan klien dapat mengerti tentang penyakitnya
- Diharapkan klien merasa yakin tentang tindakan yang akan dilakukan
- Memberikan arti penghilangan respons ansietas, menurunkan perhatian, meningkatkan relaksasi.
- Diharapkan dapat mengurangi rasa cemas.









PENUTUP

Kesimpulan
1. Anuerisma adalah : Pelebaran setempat pada arteri.
2. Gejala Anuerisma adalah : Pingsan, suhu tubuh menaik.
3. Keluhan utama pasien dengan anuerisma adalah sakit kepala yang sakitnya seperti tertusuk-tusuk, skala nyeri 7, nyeri dirasakan setiap saat.
4. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan kelumpuhan saraf otak.
5. Intervensi dari gangguan rasa nyaman nyeri
- Kaji lokasinyeri
- Kaji tanda-tanda vital
- Kompres dingin pada kepala
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat anagetik.

DAFTAR PUSTAKA

- Smeltzer C. Suzanne, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.
- Brunner & Suddarth,edisi 8, Penerbit Buku Kedokteran, 2001.
- SPK. Dep. Kes. RI. Medan.
- Hichliff Sue, Kamus Keperawatan, edisi 17, Penerbit Buku Kedokteran, 1999.


Tidak ada komentar: