Kamis, 14 Januari 2010

Apendiksitis ada pasien

Apendiksitis adalah peradangan pada umbai cacing yang letaknya di bawah colon asenden seikum.

I. Pengertian
Apendiksitis adalah peradangan pada umbai cacing yang letaknya di bawah colon asenden seikum.

II. Etiologi
Penyebab utama adalah penyumbatan atau obstruksi karena adanya benda-benda asing seperti cacing. Bisa juga disebabkan karena peradangan yang terjadi sebelumnya ataupun juga karena keganasan (cassinarnya).

III. Patofisiologi
Obstruksi apendiks menyebabkan mokus yang di produksi mukosa lambung makin lama yang terbendung makin banyak dan menekan dinding apendiks, sehingga mengganggu aliran limfa dan menyebabkan dinding limfa mengalami oedema.
Mukosa yang terkumpul itu lalu terinfeksi oleh bakteri dan menjadi nanah, kemudian timbul cairan vena sedangkan afteri belum terganggu. Apendiks dimulai di mukosa sehingga melibatkan seluruh lapisan dinding apendiks dalam waktu 34 – 48 jam.

IV. Gejala Klinis
Gejala utamanya adalah nyeri perut. Rasa sakit ini disebabkan karena penyumbatan pada apendiks. Pada mulanya nyeri hilang timbul, bila penderita platus / BAB rasa sakitnya berkurang. Biasanya terjadi konstipasi, tetapi pada anak-anak sering terjadi diare.
Gejala umum lainnya adalah demam, mual dan muntah.



V. Penatalaksanaan
1. Pengobatan yang paling baik adalah operasi.
2. Penderita harus bedrasi batal di tempat tidur dengan posisi fowler.
3. Beri antibiotik dosis tinggi.
4. Beri makan makanan yang tidak merangsang peristaltik usus / beri makan makanan yang lunak.
5. Bila penderita anak-anak atau orang tua, karena proses peradangannya lebih cepat, maka perlu dilakukan operasi saat itu juga.























BAB II
PEMBAHASAN

I. Pengkajian
1. Data Biografi
Nama : Tn. A
Umur : 30 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Suku / Bangsa : Indonesia
Bahasa yang dipakai : Indonesia
Pendidikan Terakhir : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : RT.06 RW.04 Simpang Pulai
Nama Istri : Ny. S
No. Registrasi : 011381
Tanggal Masuk : 9 Sptember 2004
Diagnosa Medis : Apendiksitis

2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama
Klien masuk RS melalui IDG dengan keluhan utama nyeri pada daerah abdomen kanan bawah.
b. Riwayat kesehatan sekarang (PQRST)
Pada saat dilakukan pengkajian klien mengeluh nyeri pada daerah abdomen kanan bawah, nyeri dirasakan melilit-lilit, TD 130/100 mmHg, kesadaran composmenstis.
c. Riwayat kesehatan masa lalu
Klien tidak pernah menderita penyakit kronis, hanya pernah mengalami demam biasa dan sebelumnya klien belum pernah di rawat di rumah sakit.
d. Riwayat kesehatan keluarga
Tn. A adalah anak ke-2 dari 4 bersaudara. Di dalam anggota keluarga tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan klien, keluarga klien tidak sedang mengalami penyakit. Hubungan keluarga dengan klien adalah anak kandung.
e. Kebiasaan sehari-hari
Pola makan klien 3 x sehari yaitu pagi, siang dan malam hari, pola minum klien 8 gelas sehari, klien tidak mempunyai kebiasaan minum-minuman keras, pola BAK 4-5 x/hari dan pola BAB 1 x/hari, pola mandi dan gosok gigi 2 x/hari, kebiasaan memotong kuku 1 x seminggu, keramas 1 x/hari, kebiasaan berganti pakaian 2 x/hari, klien tidak mempunyai kebiasaan tidur siang, klien biasa berolah raga 1 x seminggu, klien mempunyai hoby badminton.

3. Data Biologis
a. Keadaan nutrisi
Nafsu makan klien berkurang, klien mempunyai pantangan terhadap makanan yang merangsang peristaltik usus, klien diit rendah sisa / cairan jernih, klien tidak alergi terhadap makanan maupun obat-obatan.
b. Eliminasi
Frekuensi BAK 4-5 x/hari, tidak ada keluhan saat BAK, klien tidak menggunakan kateter. Frekuensi BAB 1 x/hari, klien tidak mengalami konstipasi / sembelit.
c. Istirahat dan tidur
Sebelum klien dirawat di rumah sakit, frekuensi tidur klien berkurang ± 5 jam sehari, klien tampak gelisah, muka pucat dan mata cekung.
d. Personal hygiene
Selama di rawat klien tetap mandi dan gosok gigi meskipun untuk melakukan hal itu dibantu oleh keluarga atau perawat.

e. Alergi
Klien tidak ada alergi terhadap makanan ataupun obat-obatan.
f. Pemeriksaan fisik
1) Tanda-tanda vital
TD = 130/100 mmHg, N = 80 x/menit, Rr = 20 x/menit, S = 37°C.
2) Kesadaran umum
Penampilan klien tampak rapi dan bersih, kesadaran composmentis, tinggi badan 168 cm, berat badan 55 kg, ciri-ciri tubuh klien tinggi, kulit putih, rambut hitam.
3) Kepala
Struktur kepala simetris, rambut lurus, kulit kepala bersih, tidak ada ketombe, tidak ada nyeri kepala / pusing.
4) Pendengaran / Telinga
Struktur telinga simetris kiri dan kanan, fungsi pendengaran baik, klien dapat mendengar dari jarak jauh, klien tidak menggunakan alat bantu, tidak mengalami nyeri telinga, cerumen ada dalam batas normal, tidak ada ciran telinga.
5) Penglihatan / Mata
Warna sclera putih, konjungtiva merah muda, pupil putih, ketajaman penglihatan baik, dapat membaca dari jarak jauh, lapang pandang baik, gerakan bola mata normal, peka terhadap rangsangan sinar cahaya, tidak terdapat peradangan dan tidak menggunakan alat bantu.
6) Penciuman / Hidung
Struktur hidung simetris, fungsi penciuman baik, dapat membedakan bau-bauan, sekret hidung ada tapi sedikit, tidak terdapat perdarahan pada hidung.
7) Pengecapan / Mulut
Keadaan gigi masih lengkap, keadaan lidah baik dan tidak pecah-pecah, fungsi pengecapan dan pengunyahan baik.

8) Pernafasan
Struktur dada simetris, kualitas pernafasan dangkal, klien tidak batuk dan tidak dilakukan pemeriksaan sinar X.
9) Kardiovaskuler
Tidak ada pembesaran jantung, ukuran jantung normal, klien tidak mengalami nyeri dada, tidak mengalami palpitasi, bunyi jantung teratur, tidak ada gangguan, tidak ada edema, acites, sisnosis.
10) Abdomen
Pada pemeriksaan abdomen diketahui adanya nyeri tekan pada abdomen kanan bawah.
11) Keadaan neurologis
Tingkat kesadaran composmentis, memori baik dapat mengingat masa lalu, dapat berorientasi terhadap tempat dan waktu, tidak ada tremor dan tidak mengalami gangguan motorik, kejang maupun sensasi.
12) Kulit
Tidak ada kelainan pada warna kulit, klien tidak mengalami turgor, lesi, kulit tidak lembab, tidak ada kelainan lain.
13) Aktifitas sehari-hari
Dalam melakukan aktifitas sehari-hari klien dapat menolong diri sendiri tapi sebagian ditolong orang lain.
g. Data psikologi
Persepsi klien terhadap penyakit, klien terlihat cemas, raut wajah sedih, klien dapat berkonsentrasi, klien peka terhadap lingkungan sosial.
h. Program pengobatan
Klien diberi infus RL dan obat antibiotik.
i. Data spritual
Selama di rumah sakit klien tidak shalat, klien dan keluarga selalu berdo’a demi kesembuhannya.

j. Data sosial
Klien dapat bersosialisasi dengan baik seperti dengan pasien lain, perawat dan lingkungan sekitarnya .
k. Pemeriksaan penunjang
- Pemeriksaan ronsen pada abdomen
- Pemeriksaan laboratorium :
Urine ® warna kuning muda.
























ANALISA DATA
No. Data Penyebab masalah
1.2.3. S :O:S :O:S :O: Klien mengeluh nyeri pada abdomen kanan bawah.- Klien tampak gelisah- Muka pucat- Mata cekung- TD = 130/100 mmHg- N = 80 x/menit - Rr = 20 x/menit- S = 37°C.Klien mengeluh tidurnya berkurang.- Klien tampak gelisah- Muka pucat- Mata cekungKlien mengatakan takut penyakitnya tidak sembuh.- Klien sering menanyakan tentang penyakitnya - Klien tampak cemas Proses inflamasiAdanya nyeri pada abdomenPenyakit yang di derita Gangguan rasa nyaman nyeriPerubahan istirahat dan tidurPerubahan psikologis: cemas













DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan proses inflamasi ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada abdomen kanan bawah, klien tampak gelisah, muka pucat, mata cekung, TD = 130/100 mmHg, N = 80 x/menit, Rr = 20 x/menit, S = 37°C.
2. Perubahan istirahat dan tidur berhubungan dengan nyeri pada abdomen ditandai dengan klien tampak gelisah, muka pucat, mata cekung, tidur klien ± 5 jam sehari.
3. Gangguan psikologis: cemas berhubungan dengan penyakit yang di deritanya ditandai dengan klien mengatakan takut penyakitnya tidak sembuh, klien sering bertanya tentang penyakitnya, klien tampak cemas.



















RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
1. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan proses inflamasi ditandai dengan klien mengeluh nyeri pada abdomen kanan bawah, klien tampak gelisah, muka pucat, mata cekung, TD = 130/100 mmHg, N = 80 x/menit, Rr = 20 x/menit, S = 37°C.
Tujuan : Rasa nyaman terpenuhi.
Kriteria hasil :
- Nyeri klien berkurang atau hilang.
- Ekspresi wajah tampak tenang.
- Klien tidak gelisah lagi.
Intervensi :
- Atur posisi klien.
- Kaji lokasi, tipe kekuatan dan intensitas nyeri.
- Observasi tanda-tanda vital.
- Jelaskan penyebab nyeri.
- Lakukan teknik distraksi dan relaksasi.
- Kolaborasi dengan dokter tentang pemberian terapi dan obat.
Rasionalisasi :
- Agar klien merasa nyaman dan tenang.
- Dapat diketahui lokasi, tipe, kekuatan dan intensitas.
- Untuk mengetahui perkembangan serta keadaan klien.
- Klien memahami dan mengerti tentang penyebab nyeri.
- Supaya nyeri yang datang tidak dirasakan oleh klien.
- Dapat mempercepat proses penyembuhan.
Implementasi :
- Diharapkan klien merasa nyaman dan tenang.
- Diharapkan diketahui lokasi, tipe, kekuatan dan intensitas.
- Diharapkan diketahui perkembangan serta keadaan klien.
- Diharapkan klien memahami dan mengerti tentang penyebab nyeri.
- Diharapkan nyeri yang datang tidak dirasakan oleh klien.
- Diharapkan proses penyembuhan klien cepat.
2. Perubahan istirahat dan tidur berhubungan dengan nyeri pada abdomen ditandai dengan klien tampak gelisah, muka pucat, mata cekung, tidur klien ± 5 jam sehari.
Tujuan : Kebutuhan tidur klien terpenuhi.
Kriteria hasil :
- Nyeri klien dapat berkurang atau hilang.
- Istirahat dan tidur kembali normal ± 6-7 jam.
- Klien tidak gelisah lagi.
Intervensi :
- Ciptakan suasana yang nyaman dan tenang.
- Atur posisi yang nyaman bagi klien.
- Anjurkan klien untuk tidur dan istirahat pada jamnya.
- Motivasi klien untuk tidur dan istirahat.
- Batasi jumlah pengunjung.
- Hindari kegiatan yang dapat mengganggu istirahat klien.
- Jelaskan pada klien akan pentingnya istirahat dan tidur.
Rasionalisasi :
- Agar klien dapat istirahat dan tidur dengan tenang.
- Dengan mengatur posisi yang nyaman maka dapat mengurangi rasa sakit / nyeri yang dialami klien.
- Supaya istirahat dan tidur klien cukup.
- Dengan demikian dapat meningkatkan keinginan klien untuk tidur.
- Sehingga istirahat dan tidur klien cukup.
- Dapat memberikan kesempatan bagi klien untuk istirahat.
- Agar klien mengerti dan memahami bahwa tidur yang cukup baik untuk kesehatan dan penyembuhan.
Implementasi :
- Diharapkan klien dapat istirahat dan tidur dengan tenang.
- Diharapkan dengan posisi yang nyaman maka nyeri akan berkurang.
- Diharapkan istirahat dan tidur klien cukup.
- Diharapkan ada kesempatan bagi klien untuk istirahat.
- Diharapkan klien mengerti dan memahami bahwa tidur sangat baik bagi kesehatan dan penyembuhan.

3. Gangguan psikologis: cemas berhubungan dengan penyuakit yang di deritanya ditandai dengan klien mengatakan takut penyakitnya tidak sembuh, klien sering bertanya tentang penyakitnya, klien tampak cemas.
Tujuan :
Klien menunjukkan rasa cemas berkurang / hilang.
Kriteria hasil :
- Klien mengetahui tentang penyakitnya.
- Klien mengetahui bahwa penyakitnya dapat disembuhkan.
- Klien tampak tenang.
Intervensi :
- Beri penjelasan kepada klien dan keluarga tentang keadaan penyakit klien, perawatan dan pengobatan serta diit yang diberikan.
- Beritahu klien sebelum dilakukan tindakan.
- Ciptakan suasana yang tenang dan nyaman.
Rasionalisasi :
- Dengan memberikan penjelasan kepada klien dan keluarga tentang keadaan penyakit klien, perawatan dan pengobatan serta diit yang diberikan diharapkan klien dapat mengerti dan mempercepat proses penyembuhan.
- Dengan memberitahu klien setiap tindakan yang akan dilakukan diharapkan klien dapat menjalani setiap tindakan yang diberikan dan klien merasa yakin.
- Dengan suasana yang tenang dan nyaman diharapkan dapat mengurangi rasa cemas klien dan dapat mengurangi ketegangan pada klien.




BAB III
P E N U T U P

A. Kesimpulan
1. Apendiksitis adalah suatu penyakit dimana sipenderita merasakan nyeri pada abdomen kanan bawah.
2. Gejala klinis
Gejala utamanya adalah nyeri perut, rasa sakit ini disebabkan karena penyumbatan pada apendiks, pada mulanya nyeri hilang timbul, bila penderita platus / BAB rasa sakitnya berkurang, biasanya terjadi konstipasi.

B. Saran
1. Untuk mengantisipasi agar kita tidak terkena apendiksitis, sebaiknya kita segera periksa ke dokter bila terdapat keluhan-keluhan nyeri.
2. Dalam melakukan tindakan keperawatan hendaklah perawat melakukan tindakan sesuai dengan masalah pasien berdasarkan kebutuhan bio, psiko, sosial dan spritual sehingga dapat diketahui permasalahan yang ada.













DAFTAR PUSTAKA

Arif Mansjoer, dkk, Kapita Selekta Kedokteran.
Carpenito L.J, Diagnosa Keperawatan.

Tidak ada komentar: