Kamis, 14 Januari 2010

ARTRITIS GOUT

Gout adalah suatu bentuk kelainan metabolik dimana natrium biurat akan mengendap dalam kartilago persendian telinga dan pada bagian lain tubuh. (Hinchliff, sue, 1999 : 190)

A. Defenisi
Gout adalah suatu bentuk kelainan metabolik dimana natrium biurat akan mengendap dalam kartilago persendian telinga dan pada bagian lain tubuh. (Hinchliff, sue, 1999 : 190)
Artritis gout (pirai) adalah suatu sindrom klinis yang mempunyai gambaran khusus, yaitu Artritis gout. (Mansjoer Arif, dkk, 2002 : 542).

B. Etiologi
Gejala Artritis akut disebabkan oleh reaksi inflamasi jaringan terhadap pembentukan kristal menosodium urat monohidrat. Penyakit ini termasuk golongan kelainan metabolik berhubungan dengan gangguan kinetik asam urat yaitu hiperurisemia.
Hiperurisemia pada penyakit ini terjadi karena :
1. Pembentukan asam urat yang berlebihan
· Gout primer metabolik, disebabkan sintesis langsung yang bertambah.
· Gout skunder metabolik, disebabkan pembentukan asam urat berlebihan karena penyakit lain seperti leukemia, terutamabila diobati dengan sitostatika, psoriasis, polisitemia uera, dan mielofibrosis:
2. Kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal
· Gout primer renal, terjadi karena gangguan ekskresi asam urat ditubuli distal ginjal yang sehat
· Gout skunder renal, disebabkan oleh kerusakan ginjal
3. Perombakan dalam usus yang berkurang

C. Manifestasi Klinis
Ditandai dengan adanya atritis, tofi, dan batu ginjal, yang menimbulkan rasa sakit adalah terbentuk dan mengendapnya kristal monosodium urat yang dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Akibatnya sering terbentuk tofi pada daerah telinga, siku, lutut, dorsum pedis, dekat tendo achill es pada metatar sofalange al digiti 1.
Serangan sering kali terjadi pada malam hari, tofi merupakan penimbunan asam urat yang dikelilingi reaksi radang pada sinovia, tulang rawan, bursa dan jaringan lunak.

D. Pemeriksaan Penunjang
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah yaitu = > 6 mg%, normalnya pada pria 8 mg% dan pada wanita 7 mg%.
Pemeriksaan cairan tofi juga penting untuk menegakkan diagnosa yaitu cairan berwarna putih seperti susu dan kental sekali.

E. Penatalaksanaan
1. Penatalaksanaan serangan akut
Obat yang diberikan :
· Kolkisin
· Oains
· Kortikosteroid
· Analgesik
· Tirah baring.
2. Penatalaksanaan periode antara
· Diet
· Hindari obat – obatan yang mengakibatkan hiperurisemia
· Kolkisin
· Penurunan kadar asam urat serum.

BAB III
TINJAUAN KASUS

F. Pengkajian
1. Aktivitas / Istirahat
Gejala : Sendi yang sakit (biasanya sendi metatarsotabngeal dari jari – jari yang besar), nyeri berat, nyeri tekan.
2. Kardiovaskuler
Gejala : Fenomena Raynoud jari tangan / kaki (misal : kemerahan, nyeri sekali bila disentuh)
3. Makanan / Cairan
Gejala : Ketidakmampuan untuk menghasilkan / mengkonsumsi makanan / cairan adekuat : mual, anorexia
Tanda : - Penurunan berat badan
- Lemah
4. Nuerosensosi
Gejala : Kebas / nyeri / kesemutan pada jari kaki
Tanda : Pembengkakan nyeri sendiri.
5. Nyeri
Gejala : Nyeri umum atau lokal, sakit kepala, peningkatan panas (suhu tubuh)
Tanda : Pembengkakan, nyeri berat, nyeri tekan, rasa nyeri kronis atau kekakuan (terutama pada malam hari).
6. Keamanan
Gejala : Kulit berkilau, tofi subkutan : telinga, persendian, knukles
7. Eliminasi
Terjadi konstipasi.

G. Diagosa Keperawatan
Adapun diagnosa keperawatan yang ditegakkan oleh Suster Marylin adalah sebagai berikut :
1. DX. I
Nyeri yang berhubungan dengan pirai dan edema

2. DX. II
Kerusakan mobilitas fisik yang berhubungan dengan nyeri persendian
3. DX. III
Gangguan pola eliminasi BAB berhubungan dengan konstipasi
4. DX. IV
Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurangnya informasi tentang pengobatan dan penatalaksanaan perawatan dirumah.

H. Perencanaan
Perencanaan diagnosa keperawatan adalah sebagai berikut :
1. DX. I
Tujuan : Nyeri klien teratasi
KH :
- Tidak terdapat edema
Perencanaan :
- Kaji intensitas, letak dan tipe nyeri, gunakan skala peringkat nyeri
- Pertahankan pasien dalam posisi yang nyaman pada waktu tidur atau duduk dikursi
- Tinggian area yang sakit untuk mengurangi edema dan meningkatkan aliran balik vena
- Berikan masase yang lembut
- Ajarkan tehnik relaksasi
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat.
Rasionalisasi :
- Membantu dalam menentukan kebutuhan manajemen nyeri dan keefektifan program
- Untuk membatasi nyeri / cedera sendiri
- Mengistirahatkan sendi – sendi yang sakit dan mempertahankan posisi netral
- Meningkatkan relaksasi / mengurangi tegangan otot
- Untuk mengurangi rasa nyeri
- Untuk mengurangi rasa nyeri.
2. DX. II
Tujuan : Kerusakan mobilitas fisik dapat teratasi
KH :
- Nyeri persendian dapat berkurang sampai dengan hilang.
Perencanaan :
- Tingkatkan aktivitas bila nyeri dan bengkak berkurang
- Ambulasidyn bantuan ; gunakan walker atau tongkat
- Lakukan latihan rentang gerak dengan hati – hati pada sendi yang sakit
- Tingkatkan kembalinya pada aktivitas normal
- Kolaborasi dengan dokter untuk mengurangi rasa nyeri
Rasionalisasi :
- Mengembalikan kekuatan otot
- Membantu dan mempermudah dalam melakukan aktivitas
- Mempertahankan / meningkatkan fungsi sendi, kekuatan otot, dan stamina umum
- Mengurangi ketegangan otot dan mengembalikan kekuatan otot
- Untuk mengurangi rasa nyeri dan dapat kembali melakukan aktivitas.

3. DX. III
Tujuan : Gangguan pada eliminasi teratasi
KH :
- Tidak terjadi konstipasi.
Perencanaan :
- Anjurkan klien untuk banyak minum
- Kaji penyebab klien mengalami konstipasi
- Berikan klien makanan yang mengandung banyak serat
- Anjurkan klien untuk banyak makan buah
- Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat.
Rasionalisasi :
- Untuk lebih memperlancarkan BAB
- Untuk mengetahui penyebab klien mengalami konstipasikan mempermudah menentukan Perencanaan selanjutnya
- Untuk memperlancar BAB
- Untuk memperlancar BAB
- Untuk memperlancar BAB

4. DX. IV
Tujuan : Menyatakan pemahaman proses penyakit dan pengobatan
Perencanaan :
- Berikan jadwal pengobatan, termasuk nama, dosis, tujuan dan efek samping dan jelaskan pentingnnya minum kolkisin setiap jam saat serangan akut
- Laporkan efek samping pengobatan dengan segera, hindari salsilat bila minum probenesia
- Diskusikan pentingnya diet, latihan dan program istirahat
- Berikan dorongan untuk melakukan kunjungan dokter.
Rasionalisasi :
- Klien dapat memahami proses penyakit, pengobatan serta penatalaksanaannya
- Agar dapat mengantisipasi lebih awal dan mempermudah menentukan intervensi selanjutnya
- Mengetahui kemajuan maupun kemunduran dalam proses pengobatan.



BAB IV
P E N U T U P

A. Kesimpulan
1. Artritis Gout adalah :
· Suatu bentuk kelainan metabolik dimana natrium biurat akan mengendap dalam kartilago persendian telinga dan pada bagian lain tubuh. (Hinchliff, sue, 1999 : 190)
· Suatu sindrom klinis yang mempunyai gambaran khusus, yaitu Artritis gout. (Mansjoer Arif, dkk, 2002 : 542).
2. Diagnosa Keperawatan
DX. I : Nyeri yang berhubungan dengan pirai dan edema
DX. II : Kerusakan mobilitas fisik yang berhubungan dengan nyeri persendian
DX. III : Gangguan pola eliminasi BAB berhubungan dengan konstipasi
DX. IV : Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurangnya informasi tentang pengobatan dan penatalaksanaan perawatan dirumah.

B. Saran
Hendaknya perawat lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam memberi pendidikan kesehatan dan asuhan keperawatan agar dapat memperkuat peran perawat sebagai advokat pasien.

DAFTAR PUSTAKA

Marlyyn suster, Standar Keperawatan Pasien, 1999, Jakarta : EGC.
Arif Mansjoer dkk. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1, 2000, Jakarta : EGC

Tidak ada komentar: