Kamis, 14 Januari 2010

Asam urat

Asam urat atau uric acid merupakan hasil akhir nucleic acid atau metabolisme zat purin (salah satu unsur protein dalam sel tubuh). Asam urat ini dibawa ke ginjal melalui aliran darah untuk dikeluarkan bersama air seni

1.1. Dasar Teori
Asam urat atau uric acid merupakan hasil akhir nucleic acid atau metabolisme zat purin (salah satu unsur protein dalam sel tubuh). Asam urat ini dibawa ke ginjal melalui aliran darah untuk dikeluarkan bersama air seni.
Ginjal yang sehat akan mengandung kadar asam urat dalam darah agar selalu dalam kondisi normal, namun asam urat berlebih di dalam tubuh. Kelebihan itu akhirnya menumpuk pada sendi dan jaringan.
Asam urat dalam jumlah terbatas, juga diproduksi oleh makanan yang dicernakan didalam usus besar, asam ini akan dihancurkan oleh bakteri menjadi zat kimia yang dikeluarkan bsama feses dan urin (terapi penyakit degeneratif)
Ekresi asam urat bukan saja ditentukan oleh aliran darah dalam glomeruli dan proses filtrasi, tetapi juga oleh fungsi elepitel. Asam urat sukar larut dalam air sehingga batu asam urat mudah terbentuk dalam urin dengan konsentrasi yang tinggi yang disebut hiperuratemia. Tingginya diproduksi asam urat maupun efisiensi, ekresi oleh ginjal berpengaruh pada asam urat dalam serum (Widmann, FK, 1989 : 258 – 259).
Pasien – pasien yang kadar asam urat dalam darahnya tinggi menimbulkan zat itu dalam jaringan lemak khususnya dalam sendi – sendi. Diagnosa terhadap sebagian besar rematik dilakukan dokter dengan memperhatikan tiap gejala dan memeriksa persendian. (Wright : V : 2001 : 19).
Arthritis adalah penyakit yang paling banyak didunia. Di Amerika Serikat terdapat 37 juta penderita. Untuk skala dunia. Arthritis diderita oleh hampir 1 milyard orang. Walaupun penyebabnya masih tidak diketahui, satu hal yang penting adalah tidak ada orang dewasa yang kebal dari ancaman sakitnya. (Gordon N.F.)
Pasien yang menderita penyakit arthritis mempunyai gejala dan penyebab yang bermacam – macam. Tetapi ada empat jenis rematik yang paling sering di jumpai di masyarakat. Yaitu osteoarthritis yang disebabkan oleh pengapuran. Rematik diluar sendi menyerang jaringan diluar tulang rawan. Rematik peradangan dan rematik yang disebabkan pengoroposan. (Gordon N, 1997).
Menurut pengamatan penulis selama PKL, kadar asam urat pada pasien berada diatas nilai normal. Banyaknya pasien yang memeriksakan diri di laboratorium pada jenis pemeriksaan asam urat membuat penulis merasa tertarik untuk mengambil judul : “PEMERIKSAAN ASAM URAT SEBAGAI DIAGNOSA AWAL PENYAKIT REMATIK DI BALAI LABORATORIUM KESEHATAN JAMBI” untuk dijadikan studi hasil PKL.




1.2. Rumusan Masalah
Dalam hal ini, penulis akan mengemukakan rumusan masalah tentang : “Apakah tujuan peningkatan kadar asam urat pada penderita rematik”.

1.3. Tujuan
Untuk mengetahui kadar asam urat dalam sampel serum penderita rematik.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Uraian Teori
Rematik adalah gangguan yang mengakibatkan sakit pada otot dan tulang, sedangkan arthritis merupakan peradangan pada satu atau beberapa persendian. Istilah rematik dan arthritis ini secara luas digunakan baik oleh pasien maupun dokter.
Penyakit ini bermula tanpa gejala gangguan persendian penderita merasa tidak enak dan tidak nafsu makan serta terasa nyeri otot, kemudian barulah rasa sakit dan pembengkakan terjadi pada persendian, pada beberapa kasus lainnya gejala dan rasa sakit persendian muncul secara tiba – tiba. Adapun bentuk serangannya cepat atau lambat persendian yang terserang mengalami kaku dan sakit pada pagi hari. (Wright. V. 2001 : 13-14).

2.1.1. Metabolisme Asam Urat
Pada manusia, asam urat adalah produk akhir metabolisme purin. Purin merupakan konstituen asam nukleat. Di dalam tubuh, perputaran purin terjadi secara terus menerus seiring dengan menghasilkan asam urat dalam jumlah yang substansial. Asam urat sintesis terutama dalam hati, dalam suatu reaksi yang dikatalisis oleh enzim xantin oksidase. Asam urat kemudian mengalir melalui darah ke ginjal tempat zat ini difiltrasi, di reabsorpsi sebagian dan di eksresi sebagian sebelum akhirnya di eksresikan melalui urin pada diet rendah purin, eksreksi harian adalah sekitar 0,5 g pada diet normal okskreinia adalah 1 g perhari (Sacher, RA, 2004 : 293).

2.1.2. Penyebab Penyakit Rematik
Penyebab penyakit rematik sebagian besar belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang dianggap sebagai penyebab atau mengakibatkan gejalanya memburuk antara lain :
1. Infeksi
Masuknya kuman kedalam sendi karena infeksi mengakibatkan munculnya rasa nyeri pada persendian.
2. Kelebihan asam urat
Kelebihan asam urat adalah gout. Asam urat didalam darah dapat mengkristal disekeliling persendian dan mengidap dimana – mana, pengendapan atau berkumpulnya asam urat dikenal sebagao tophi.
3. Luka
Luka dapat mengakibatkan arthritis pada persendian terutama bila tulang yang patah melalui persendian tersebut.
4. Cuaca
Cuaca dingin dan lembab dapat menimbulkan rasa nyeri dan sakit – sakit, penderita rematik harus menghindari angin dingin yang menusuk dan harus berpakaian tebal.


5. Usia
Usia yang cukup tua dapat menyebabkan rematik, karena terlalu lama dan sering dipakainya persendian secara terus menerus. (Gordon. NF. 1997).

2.1.3. Gejala Klinis
Pada stadium ini kadar asam urat meninggi dalam darah tanpa disertai gejala artritis, fofus ataupun batu urat, stadium ini pada hipervrise intra primer, pada reria biasanya muncul pada masa pubertas, sedangkan pada wanita biasanya pada saat menopause, sebaliknya hiperurisemia sekunder karena kekurangan salah satu enzim spesifik, keadaan hiperurisemia sudah terjadi sejak lahir, stadium hiperurisemia asimtomatis dapat berakhir dengan serangan artritis piral akut primer atau urubitiasis. Kelainan lain yang dapat terjadi pada stadium ini adalah penyakit ginjal, penyakit vaskuler dan hipertensi (Soeparman, 1987).

2.1.4. Pencegahan
Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan salah satunya adalah memperhatikan olahraga, tapi jenispun tidak sama pada semua penderita, pada penderita perkapuran sendi lutut, olahraga yang tidak diijinkan adalah yang memerlukan pembebanan sendi (seperti lari dan lonacat) namun berenang merupakan hal yang terbaik bagi penderita rematik karena semua sendi akut bergerak dan yang terpenting ialah tidak terjadi pembebanan sendi (Sitorus, RH, 1996 : 190).

2.1.5. Pengobatan
Rematik Arthritis bervariasi dalam kaitannya dengan tingkat serangan penyakit. Jangka waktu dan bentuk yang tampak, tetapi hanya satu dari 10 penderita yang sangat menderita cacat karena penyakit ini dan pengobatan modern telah menyembuhkan.
Produksi asam urat dapat dikurangi dengan pemberian allopurinola yang berkhasiat sebagai xanthene oxidasi, allopurinol mengurangi kadar asam urat dalam serum tanpa membebani ginjal dengan meningkatkan ekstresinya. Obat – obatan uricosurik seperti probenecid dan sulfonphyrazon juga menurunkan kadar asam urat dalam serum, tetapi cara kerjanya adalah dengan meninggikan eksresi lewat urin. Pasien yang memakainya tidak membentuk batu ruin. Colchicine obat untuk artritis oleh gout, tidak berpengaruh kepada produksi atau eksresi asam urat, khasiatnya adalah meningkatkan respon fagositosis atas kristal – kristal urat dalam jaringan. (Wiedman, FK, 1989 : 259).

2.2. Prosedur Kerja
Metode : Enzimatik trinder / endo point
Prinsip : Uric aud + O2 + 2H2O uricase allantoin + CO2 + H2O2
2H2O2 + O2 + 4 – Aminoantipyrine + DLFS
reroxidae Quinoneimine + 4H2O
Tujuan : Untuk mengetahui kadar asam urat didalam serum
Sampel : Serum
Alat : - Rak dan tabung realusi
- Sentrifuge
- Mikropipet 20 ml dan 1000 ml
- Spektrofotometer Biosystem (BTS) 305
- Tissue
- Spuit injeksi
- Torniguet
Reagensia : - Reagensia uric acid (Reagen A)
- Aquadest
- Reagen standar uric acid 6 mb / dl (siap dipakai)

2.2.1. Pengambilan Sampel
Sampel terbaik adalah serum dari darah yang tidak humolisa
- Disiapkan semua alat yang diperlukan untuk mengambil sampel
- Bersihkan lengan dengan kapas alkohol
- Bendung lengan bagian atas dengan surriguet
- Ambil darah vena 2 cc masukkan dalam tabung reaksi
- Contifuge 5 menit kemudian pisahkan serum dengan dfarah


2.2.2. Pengolahan Sampel dan Pekerjaan Sampel
Reagensia Blangko Standar Sampel
AquadestStandarSerumReagenwarna 20 ml--1 ml -20 ml-1 ml --20 ml1 ml

Campur dan biarkan selama 10 menit pada suhu kamar, baca hasil pada spektrofotometer Biotron 820 dengan panjang gelombang 546 nm.
Nilai normal Pria : 3,4 – 7 mg/dl
Wanita : 2,4 – 5,7 mg/dl

2.3. Pembahasan Masalah :
Kelebihan asam urat dapat disebabkan oleh menurunnya kemampuan tubuh untuk membuang asam urat melalui urin, atau karena meningkatnya konsumsi bahan – bahan makanan yang mengandung banyak purin. Kelebihan asam urat cenderung akan terkumpul di persendian. Penumpukan asam urat paling sering terjadi pada sendi dipangkal jempol kaki, tetapi dapat pula menyerang persendian lainnya seperti sendi – sendi pada jari tangan, pergelangan tangan, siku, lutut dan pergelangan kaki, sendi yang terlihat bengkak, kemerahan, terasa panas dan luar biasa nyerinya. Rasa nyeri terutama terasa di malam hari atau pagi hari ketika baru bangun tidur (terapi penyakit degeneratif).
Pasien yang menderita rematik bahwa disebut rematik (rhematoid faktor). Penderita rematik ditandai dengan peningkatan konsetrasi asam urat dalam darah. Terkumpulnya asam urat dalam darah merupakan indikasi efektifitas pengobatan jangka panjang bagi penderita. (Wright. V, 2001 : 19).

BAB III
KESIMPULAN

Asam urat adalah senyawa yang sukar larut dalam air. Kadar asam urat normal untuk pria dewasa berkisar antara 3,4 – 7,0 mg / dl dan untuk wanita antara 2,4 – 5,7 mg/dl. Bila senyawa ini dalam jumlah besar didalam darah, maka akan memicu pembentukan yang berbentuk jarum. Ini biasanya terkonsentrasi pada sendi – sendi (kaki, lutut, siku atau tangan) sedemikian rupa sehingga mengakibatkan radang sendi (artritis). Sendi – sendi tempat asam urat mangkal biasanya bengkak dan kaku.
Dari beberapa pasien yang mengalami peningkatan kadar asam urat dalam darah secara kronis melebihi batas normal, umumnya gejala ini ditemui pada pria yang berumur lebih dari 30 tahun dan wanita setelah menopause peningkatan kadar asam urat dalam darah terjadi akibat percepatan biosentesis purine dari asam amino atau degradasi purine berlebih akibat adanya kematian sel, dan melalui makanan atau ekresi asam urat melalui ginjal yang tidak sempurna.

DAFTAR PUSTAKA

- Gordon Neil, R. Radang Sendi (Arthritis), Rajawali Jakarta, 1999.
- Gandasoebrata R, dkk. Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium, edisi 9, Kedokteran EGC, Jakarta, 1989.
- Sacher, RA. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium edisi II, Kedokteran EGC, Jakarta, 2004.
- Soeparman, Ilmu Penyakit Dalam Jilid I, Edisi Kedua, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 1987
- Terapi Penyakit Degeneratif
- Widmann, FK, Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Edisi 9, Kedokteran, EGC, Jakarta, 1989
Wright Vena. Artirits dan Penggantian Persendian, Dian Rakyat, Jakarta, 2001

Tidak ada komentar: