Kamis, 14 Januari 2010

ASI (Air Susu Ibu)

ASI (Air Susu Ibu) adalah suatu cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu seorang ibu dalam masa kehamilan dan langsung dikeluarkan sejak bayi dilahirkan. ASI merupakan makanan yang paling cocok untuk bayi dan memenuhi kebutuhan bayi. Dalam ASI terkandung antibodi, pemberiannya mudah, murah, praktis dan dengan pemberian ASI, maka kebutuhan prikologis anak sekaligus terpenuhi karena saat memberikan ASI ibu dapat memeluk dan mendekap anak sehingga anak merasa hangat dan nyaman dalam pelukan ibunya.

1.1. Latar Belakang
ASI (Air Susu Ibu) adalah suatu cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu seorang ibu dalam masa kehamilan dan langsung dikeluarkan sejak bayi dilahirkan. ASI merupakan makanan yang paling cocok untuk bayi dan memenuhi kebutuhan bayi. Dalam ASI terkandung antibodi, pemberiannya mudah, murah, praktis dan dengan pemberian ASI, maka kebutuhan prikologis anak sekaligus terpenuhi karena saat memberikan ASI ibu dapat memeluk dan mendekap anak sehingga anak merasa hangat dan nyaman dalam pelukan ibunya.
Manfaat ASI untuk bayi adalah melindungi dari penyakiti nfeksi, diare dan alergi, mempererat hubungan dengan ibu, dan meningkatkan daya tanam tubuh. Sedangkan manfaat ASI untuk ibu adalah memberikan kepuasan, lebih praktis dan murah, dan dapat menunda masa subur.
Begitu pentingnya ASI bagi seorang bayu, tetapi mengapa masih banyak keluarga yang menggantikan ASI dengan susu botol. Hal ini terjadi mungkin karena keterbatasan suatu keluarga tentang pengetahuan akan pentingnya ASI. Berdasarkan hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk menguraikan segala sesuatu tentang ASI.

1.2. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini, antara lain :
1. Untuk mengetahui sesuatu tentang ASI
2. Untuk mengetahui kandungan dalam ASI
3. Untuk mengetahui pentingnya ASI
4. Untuk melengkapi tugas ilmu gizi

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian ASI dan Manajemen Laktasi
ASI
ASI (Air Susu Ibu) adalah suatu cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu seorang ibu dalam masa kehamilan dan langsung dikeluarkan sejak bayi dilahirkan. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada satupun makanan lain yang dapat menggantikan ASI, karena ASI mempunyai kelebihan yang meliputi 3 aspek, yaitu aspek gizi, aspek kekebalan dan askep kejiwaan, berupa jalinan kasih saying yang penting untuk perkembangan mental dan kecerdasan anak.
ASI yang keluar pertama kali, setelah persalinan disebut susu jolong (kolostrum) yang berwarna kekuning-kuningan dan agak kental, merupakan makanan bayi yang sangat baik. Karena mengandung zat gizi yang tinggi dan zat pelindung terhadap penyakit infeksi yang sangat tinggi.
· Kandungan zat gizi ASI (setiap 100 gram)
- Kalori 6,8 kalori
- Protein 1,4 gram
- Lemak 3,7 gram
- Karbohidrat 7,2 gram
- Zat kapur 30 gram
- Fosfor 20 gram
- Vitmin A 60 gram
- Tiamin 30 gram
· Zat kekebalan yang terdapat dalam ASI
- Immunoglobulin yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi
- Lisozim yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri
- Laktoperoksidase yang dapat membunuh beberapa jenis organisme
- Sel darah putih yang dapat berfungsi sebagai fagositoris
- Zat anti – staphylococcus yang dapat menghambat pertumbuhan staphylococcus.
Manajemen Laktasi
Manajemen laktasi (pengelolaan memberi ASI kepada bayi dan anak) adalah usaha yang dilakukan untuk membantu keberhasilan ibu yang akan menyusui anaknya setelah melahirkan dan dilakukan sejak kehamilan sampai melahirkan sehingga dapat menyusui dengan baik dan benar.

2.2. Pentingnya ASI
Mengapa demikian penting anak untuk mendapatkan ASI ? Dalam ASI terkandung antibiotik, pemberiannya mudah, murah dan praktis, dan dengan pemberian ASI kebutuhan psikologis anak sekaligus terpenuhi karean saat pemberian ASI ibu dapat memeluk dan mendekap anak sehingga akan merasa hangat dan nyaman anak dalam pelukan ibunya. Selain itu, tingginya angka kematian dan kesakitan bayi dapat disebabkan antara lain karena pengantian ASI dengan susu botol.
Manfaat ASI bagi bayi adalah :
- ASI mengandung semua zat gizi yang bernilai tinggi baik dalam jumlah maupun mutu yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kecerdasan bayi serta anak
- ASI mudah dicerna dan diserap
- ASI selalu bersih dan segar serta mempunyai suhu yang sesuai untuk bayi dan anak
- ASI dapat langsung diminum setiap saat dibutuhkan
- ASI mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi / anak dari berbagai penyakit infeksi terutama muntah berak
- ASI tidak akan menyebabkan sembelit (susah buang air besar) dan alergi
- ASI dapat menjalin hubungan batin yang erat antara bayi dan ibunya
- ASI memperindah kulit bayi, gigi dan bentuk rahang secara sempurna.
Manfaat menyusui bagi ibu adalah :
- Dapat mengurangi perdarahan setelah melahirkan
- Dapat memulihkan tubuh ibu pada keadaan sebelum melahirkan, karena menyusui membantu mengerutkan rahim
- Menghemat dan tidak merepotkan ibu karena selalu tersedia dan tidak perlu membeli
- Mempererat hubungan kasih sayang antara ibu dan anak
- Tidak perlu membawa botol susu kemanapun ibu pergi
- Menghindarkan kemungkinan kanker payudara
- Dapat menunda masa kesuburan bagi ibu yang menyusui dengan benar dan baik

2.3. Pembeian ASI
Cara Pembeian ASI
Anda dapat mulai menyusui bayi anda langsung setelah kelahiran, dengan meletakkannya di dada anda yang akan memperpanjang kenyamanan dan rasa aman pada rahim. Menyusui adalah teknik yang hanya memakan sedikit waktu untuk menguasainya bagi ibu dan bayi, maka janganlah berkecil hati bila anda mengalami kesulitan pada awalnya.
Ibu menggunakan payudara kiri dan kanan secara bergantian tiap kali menyusui. Disamping itu posisi ibu bisa duduk atau tiduran dengan suasana tenang dan santai. Bayi dipeluk dengan posisi menghadap itu. Isapan mulut bayi pada puting susu ibu harus baik, yaitu sebagian besar areola (baian hitam sekitar puting) masuk ke mulut bayi. Apabila payudara terasa penuh dan bayi belum menghisap secara efektif, sebaiknya ASI dikeluarkan dengan tangan yang bersih.
Produksi susu dan pengeluarannya diatur oleh kelenjar dibawah otak. Ketika bayi menghisap payudara anda, hal ini akan memicu kelenjar dibawah otak untuk melepaskan hormon ke dalam aliran darah anda, yaitu prolaktin untuk memproduksi susu dan oksitosin untuk merangsan refleks keluarnya air susu yang mengirimkan susu kedalam saluran dan sinus, dari sanalah bayi mendapat makanan.

Waktu Pemberian ASI
Pada usian 0 – 4 bulan, bayi cukup diberi ASI saja (pemberian ASI eksklusif). Pemberian makanan selain ASI pada sesuai 0-4 bulan dapat membahayakan bayi, karena bayi belum mampu memproduksi enzim untuk mencerna makanan bukan ASI. Apabila pada periode ini, bayi dipaksa menerima makanan bukan ASI, maka akan timbul gangguan kesehatan pada bayi, seperti diare, alergi, dan bahaya lain yang fatal. Kegagalan pemberian ASI eksklusif akan menyebabkan berkurangnya jumlah sel otak bayi sebanyak 15 % - 20 %, sehingga menghambat perkembangan kecerdasan bayi pada tahap selanjutnya.

Waktu Pemberian ASI
1. Berikan ASI tiap kali bayi menangis, terjaga, dan tampak gelisah, atau ketika payudara anda terasa tidak nyaman dan anda ingin menyusuinya.
2. Bayi yang mengantuk harus dibangunkan untuk menghisap setiap satu atau tiga jam sampai ia menjadi lebih lincah dan bisa bangun sendiri pada saat ia lapar.
3. Makin sering dan makin lama bayi anda mengisap, makin cepat pula susu anda mengalir, sementara itu kolostrum memasok semua air dan gizi yang diperlukannya.
4. Jangan batasi waktu pemberian susu. Pada beberapa hari pertama, hal ini tidak perlu. Biarkan si bayi mengisap sampai ia kehilangan minat, kemudian berikan payudara yang satunya lagi, mulailah dengan payudara kedua lain waktu. Pada hari-hariawal, penyusuan biasanya sering diberikan dan tidak teratur.

2.4. Cara Menilai Kecukupan ASI dalam Tubuh
Cara menilai kecukupan ASI dalam tubuh adalah dengan menilai komponen berikut :
1. Berat badan lahir telah tercapai kembali sekurang-kurangnya pada akhir minggu medua setelah lahir dan selama itu tidak terjadi penurunan berat badan lebih ari 10%.
2. Kurva pertumbuhan berat badan memuaskan dan menunjukkan kenaikan sebagai berikut :
- Triwulan pertama : 150 – 250 gram/minggu
- Triwulan kedua : 500 – 600 gram/bulan
- Triwulan ketiga : 350 – 450 gram/bulan
- Triwulan keempat : 250 – 350 gram/bulan
Pada usia 1 tahun tiga kali berat badan lahir.
3. Penilaian subjektif, yaitu bayi tampak puas dan tidur nyenyak setelah menyusu dan ibu merasakan tegangan payudara sebelum dan sesudah menyusui serta merasakan aliran ASI cukup deras.

2.5. Makanan Yang Baik Untuk Ibu Hamil Agar Menghasilkan ASI Sesuai Kebutuhan Bayi
Makanan yang baik untuk ibu hamil agar menghasilkan ASI sesuai kebutuhan bayi, baik jumlah maupun mutunya adalah sebagai berikut :
a. Ibu hamil perlu makanan lebih banyak dari pada sebelum hamil karena ibu makan untuk 2 orang, untuk dirinya dan bayi dalam kandungan.
b. Makanan ibu harus beranekaragam dan berganti-ganti, tidak perlu berpantang pada 3 bulan pertama, walaupun pada saat ini ada rasa mual, tidak ada nafsu makan/muntah.
c. Pada 3 bulan kedua pada saat nafsu makan sudah meningkat, ibu perlu makan lebih banyak dari biasa.
d. Pada 3 bulan terakhir ibu makan seperti pada 3 bula kedua tetapi lebih banyak zat pembangun, seperti ikan, tempe, kacang-kacangan, telur dan minum tablet zat besi 1 butir sehari.

2.6. Cara Merawat Payudara Agar ASI Banyak
Bagaimana cara merawat payudara agar ASI banyak ? Cara merawat payudara agar ASI banyak antara lain :
a. Mengencangkan Puting Susu :
1) Basuhlah puting susu sewaktu mandi dengan waslap/handuk kasar.
2) Lepaskan BH selama beberapa menit dalam sehari agar puting susu mendapat angin
3) Putar-putarlah puting susu dengan jari tangan 1 – 2 kali sehari selama 1 – 2 menit, khususnya pada daerah yang berwarna kehitaman sekitar puting susu dan olesi dengan minyak bayi / krem (jangan sampai bahan-bahan yang dioleskan menutupi saluran air susu).
b. Memijat/Mengurut Payudara :
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan perputaran susu dan mencegah pembengkakan payudara.

2.7. Masalah Pemberian ASI dan Cara Pengatasinya
Masalah pemberian ASI kebanyakan terjadi dalam beberapa minggu pertama kehidupan bayi anda dan umumnya, terbukti hanya berlangsung singkat.
· Puting Yang Sakit
Hal ini terjadi, bisa karena akibat dari membiarkan bayi anda menghisap hanya ujung puting susu. Atau puting susu anda bisa menjadi kering dan pecah-pecah karena terlalu bersemangat mencucinya dengan sabun.
Perawatan :
Jaga daerah puting susu supaya kering antara selang waktu pemberian ASI, tetapi jangan membersihkan tetesan ASI karena dapat melumasi puting susu. Yang berikut ini dapat meringankan rasa sakit : Beberapa menit dihadapkan pada simar matahari dan udara terbuka, atau es yang terbungkus dalam kain penutup bersih yang ditaruh pada puting susu.

· Kongesti (Penyumbatan)
Hal ini terjadi ketika payudara penuh terisi susu. Payudara mengeras, licin, dan sakit. Karena puting susu demikian tegang, bayi tidak dapat dengan mudah menempel padanya. Adakalanya, seorang bayi dalam usia dini tertidur pada selang waktu antara satu, atau bahkan dua, pemberian ASI membuat anda merasa keberatan akan payudara ironisnya, kongesti dapat menyebabkan kurangnya susu yang selanjutnya dan menyebabkan bayi anda tidak memproleh susu yang cukup untuk memuaskannya sementara payudara anda terasa penuh dan tidak nyaman.
Perawatan :
Coba rangsang puting susu anda untuk mengeluarkan ASI, kemudian keluarkan susu sucukupnya untuk membuat payudara anda terasa lebih nyaman sebelum menyusui.payudara yang mula-mula penuh itu mulai berkurang isinya.

· Saluran Susu yang Terhalang
Ini terjadi bila payudara tidka kosong sepenuhnya, sering karena menyusui tidak dengan sikap badan tepat, pemberian ASI dijadwalkan, melewatkan waktu pemberian ASI, atau tidak membiarkan bayi menyusu cukup lama. Payudara anda akan terasa berbenjol dan tidak nyaman.
Perawatan :
Pijatlah payudara dengan lembut sambil berdiri dibawah pancuran untuk mengeluarkan sejumlah susu. Pastikan bahwa anda menyusui bayi anda dalam sikap badan yang tepat. Jika saluran yang terhalang tidak diurus dengan cepat, hal ini dapatmenyebabkan radang payudara (Mastitis).

· Radang Payudara
Hal ini biasanya akibat sikap badan yang tidak tepat selagi menyusui dan mungkin akibat tertutupnya saluran susu, puting susu yang pecah-pecah dapat menjalar ke payudara.
Gejalanya : bidang yang merah dan terasa sakit, naiknya suhu badan, otot-otot yang sakit dan kepenatan.
Perawatan :
Selama tidak ada infeksi yang ditandai oleh puting susu yang pecah-pecah, anda dapat mengobati diri anda sendiri dengan membuang penghalang tersebut. Atur letak dagu bayi anda sejalan dengan penghalang ketika sedang memberikan ASI dan gunakan pijatan lembut, jika ada infeksi diperlukan perhatian medis.
· Bisul Bernanah
Benjolan yang sakit di dalam payudara anda, disertai demam, biasanya menunjukkan adanya bisul bernanah. Radang payudara selalu mendahului bisul bernanah.
Perawatan :
Bisul bernanah perlu dipotong dengan pisau bedan (ditusuk) dn dikuras oleh seorang dokter.

· Rendahnya Pasokan Susu
Beberapa hal yang menyebabkan rendahnya persediaan susu antara lain sakit bakit infeksi payudara, kegelisahan mengenai kemampuan anda menjadi orang tua yang baik, kelelahan dan stres karena harus menghadapi menjalankan rumah tangga dan mungkin pekerjaan diluar rumah. Hal-hal ini selanjutnya dapat mengurangi refleksi mengeluarkan ASI.
Namun kesalahan utama adalah pemberian ASI yang dijadwalkan dengan jam, bukan saat bayi menghendakinya dan sering disertai dengan pemberian susu botol sebagai pelengkap. Kemudian penggunaan kontrasepsi oral, menstruasi dan pemberian makanan padat, dapat mengganggu pasokan susu anda untuk sementara waktu.
Perawatan :
Sodorkan payudara anda lebih sering dan biarkan bayi adan penghisapnya selama dia menginginkannya.

· Menyapih
Ini harus menjadi usaha kerja sama antara ibu dan bayi. Mencoba mempercepat hal ini dapat menyebabkan kesulitan bagi ibu dan bayi.
Anda sebaiknya mencoba memberikan ASI paling tidak 3 bulan lamanya, untuk menyediakan antibodi pada usia gampang terkena penyakit dalam kehidupan bayi anda ini. Bahkan nilai beberapa minggu ASI adalah lebih baik daripada tidak sama sekali. Jadi, jika anda harus kembali bekerja segera setelah kelahiran, anda masih dapat memberi bayi anda permulaan yang baik sekali dalam hidupnya serta membentuk kedekatan diantara ibu dan bayi.

BAB III
P E N U T U P

3.1. Kesimpulan
1. ASI (Air Susu Ibu) adalah suatu cairan yang dihasilkan oleh kelenjar susu seorang ibu dalam masa kehamilan dan langsung dikeluarkan sejak bayi dilahirkan.
2. ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada satupun makanan lain yang dapat menggantikan ASI, karena ASI mempunyai kelebihan yang meliputi 3 aspek, yaitu aspek gizi, aspek kekebalan dan askep kejiwaan.
3. Asi Eksklusif adalah pemberian ASI saja pada usisa 0 – 4 bulan.
4. Cara menilai kecukupan ASI adalam tubuh dengan menilai berat badan lahir telah tercapai, kembali, kurva pertumbuhan berat badan menunjukkan kenaikan, dan penilaian subjektif bayi tampak puas dan tidur nyenyak setelah menyusui.
5. Masalah-masalah yang dihadapi ibu dalam pemberian ASI :
- Puting yang sakit
- Kongesti (penyumbatan)
- Saluran susu yang terhalang
- Radang payudra
- Bisul bernanah
- Rendahnya pasukan susu
- Menyapih

3.2. Saran
1. Kepada setiap calon ibu agar kiranya dapat mempersiapkan mental dan psikis ibu, untuk keberhasilan menyusui.
2. Kepada para ibu agar dapat memperhatikan upaya-upaya keberhasilan menyusui, seperti :
- Pada masa kehamiulan memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri ibu termasuk kebersihan badan, terutma kebersihan rambut gigi, kuku dan payudara.
- Melaksanakan perawatan payudara, perawatan puting susu dengan memeriksa puting susu dimulai kehamilan 3 bulan.
3. Diharapkan kepada para dokter dan petugas kesehatan lainnya agar dapat menjelaskan kepada semua ibu manfaat pemberian ASI dan membantu mengatasi masalah pemberian ASI.
4. Diharapkan kepada media massa untuk dapat memberi informasi kepada semua orang tua mengenai arti penting menyusui anak.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1992. Sekitar Kelahiran Bayi yang Perlu Anda Ketahui. Jakarta : Depkes RI.

Anonim, 1994. Pengembangan KB Mandiri Menuju Keluarga Sejahtera Buku II. Jakarta : Kantor BKKBN.

Anonim, 1995. Paduan 13 Peran Gizi Seimbang. Jakarta : Depkes RI.

Lee. Kerrie, 1998. Segala Sesuatu Tentang Payudara. Jakarta : Arcan.

Neilson, Joan, 1995. Perawatan Bayi Tahun Peretama. Jakarta : Arcan.

Yupi, Supartini, 2004. Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta : EGC.

Tidak ada komentar: