Kamis, 14 Januari 2010

ASI Ekslusif

ASI Ekslusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah lahir sampai bayi berumur 6 bulan tanpa pemberian makanan lain waluapun hanya air putih. Setelah 6 bulan, bayi tetap diberikan ASI sampai berumur dua tahun.

Latar Belakang
Pembangunan generasi yang sehat, cerdas dan taqwa merupakan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat, baik dari kalangan pejabat tingkat atas sampai pada rakyat jelata, bahkan dasar utama terletak pada kaum wanita yaitu ibu. Ibu mempunyai peran dan tanggung jawab untuk melhairkan generasi yang cerdas dan taqwa sehingga mampu memberi warna bagi negeri tercinta dan mampu menjadikan tunas-tunas bangsa yang siap dan mampu memimpin bangsa.
Anak yang sehat harus dipersiapkan sejak dalam kandungan dan saat persalinan hingga masa tumbuh kembangnya. Sebab sejak dalam kandungan, janin telah mengalami perkembangan fase cepat. Selapus sel – sel saraf otak selama kehamilan 16 sampai 20 minggu merupakan fase hiperplasi optimal, sedangkan pada kehamilan 30 minggu sampai bayi berumur satu tahun merupakan fase cepat kedua. Fase ini merupakan saat yang sangat menentukan bagi perkembangan kecerdasan bagi status emosi ibu dan kondisi fisik selama hamil memberi sumbangan yang sangat berarti bagi tumbuh kembang janin. Dengan demikian, seorang ibu mempersiapkan diri untuk hamil.
Saat persalinan merupakan waktu penentu bagi bayi untuk mendapatkan SI (Air Susu Ibu) yang optimal sebagai nutrisi yang mampu memenuhi seluruh unsur gizi untuk perkembangan bayi menjadi anak sehat dan cerdas.

Pengertian ASI Ekslusif
ASI Ekslusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah lahir sampai bayi berumur 6 bulan tanpa pemberian makanan lain waluapun hanya air putih. Setelah 6 bulan, bayi tetap diberikan ASI sampai berumur dua tahun.
Tujuan ASI Ekslusif
Tujuan ASI antara lain :
1. Sebagai satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, sosial maupun spritual.
2. ASI juga menurunkan kemungkinan bayi terkena infeksi telinga, flu, diare, dll
3. ASI sebagai faktor pelindung, nutrisi, pembersih, panghangat dan sebagai faktor pertumbuhan.
4. ASI sebagai salah satu cara untuk mengeratkan tali kasih sayang antara ibu dan anaknya

ASI Sebagai Mukjizat
Salah satu kekaguman kita tentang cinta tuhan kepada umat-Nya dapat kita rasakan ketika ibu mulai menyusui bayinya dengan ASI. Proes ini merupakan mukjizat yang harus disyukuri dan dimanfaatkan seoptimal mungkin.
ASI mengandung nutrisi, hormon, unsur kekebalan faktor pertumbuhan, anti alergi serta anti inflamasi.

Unsur Nutrisi ASI
1. Hidrat Arang
Zat hidrat asam dalam ASI, dalam bentuk laktosa yang jumlahnya akan berubah – ubah setiap hari menurut kebutuhan, tumbuh – kembang bayi. Misalnya hidrat arang dalam kolostrum untuk tiap 100 mil ASI adalah 5,3 g, dalam ASI peralihan 6,42 g, ASI hari ke-9 6,72 g, ASI hari ke-30 7 g, ASI minggu ke-34 7,11 g.
Produk dari laktosa adalah galaktosa dan glukosamin. Galaktosa merupakan nutrisi vital untuk pertumbuhan jaringan otak dan juga merupakan kebutuhan nutrisi medula spinalis, yaitu untuk pembentukan mielin (selaput pembungkus sel saraf). Laktosa oleh fementasi didalam usus akan diubah menjadi asam laktat. Asam laktat ini membuat suasana diusus menjadi lebih asam. Kondisi ini sangat menguntungkan karena akan menghambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya dan menjadikan tempat yang subur bagi bakteri usus yang baik yaitu lactobacillus bifidus. Kondisi ini disebut faktor bifidus karena proses pertumbuhan dibantu oleh glukosamin (produk lain dari laktosa).
· Kerugian pertama dari faktor bifidus adalah faktor ini akan rusak dalam 2 hari setiap kali bayi diberi susu buatan (susu sapi)
· Kerugian kedua adalah vitamin yang seharusnya dibentuk diusus tidak dapat dibentuk sehingga sangat merugikan perkembangan bayi yang sedang mengalami tumbuh kembang pesat.

2. Protein
Protein dalam ASI jumlahnya lebih rendah dibanding protein dalam ASI (air susu ibu). Protein ASI merupakan bahan baku untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Protein ASI merupakan bahan baku untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Protein ASI sangat cocok karena unsur protein didalamnya hampir seluruhnya terserap oleh sistem pencernaan bayi. Hal ini disebabkan oleh protein ASI merupakan kelompok protein whey (protein yang bentuknya lebih halus). Kelompok whey merupakan protein yang sangat halus, lembut dan mudah dicerna, sedangkan komposisi protein yang ada dalam ASS adalah kelompok kasein yang kasa, bergumpal, dan sangat sukar dicerna oleh usus bayi.
Masa yang paling rawan dan sangat membutuhkan protein pada saat kehamilan adalah kehamilan 16 sampai 24 minggu. Masa ini merupakan masa pertumbuhan pesat pertama karena terjadi hiperplaisa sel saraf atau disebut fase cepat pertama. Fase cepat kedua yaitu sejak bayi berusia 8 bulan dalam kandungan sampai bayi berumur 3 bulan. Fase ketiga terjadi hiperplasia lagi 2-3 tahun dan pasa umur 3 tahun otak sudah terbentuk 70% - 85%.


3. Lemak
Kadar lemak dalam ASI pada umumnya kemudian meningkat jumlahnya. Lemak ASI berubah kadarnya setiap kali diisap oleh bayi yang terjadi secara otomatis. Komposisi lemak pada lima menit pertama isapan akan berbeda pada 10 menit kemudian. Selain jumlahnya yang mencukupi, jenis lemak yang ada dalam ASI mengandung lemak rantai panjang yang merupakan lemak kebutuhan sel jaringan otak dan sangat mudah dicerna serta mempunyai jumlah yang cukup tinggi. Dalam bentuk omega 3, omega 6, DHA (docoso hexsaconic acid) dan acachidonic acid merupakan komponen penting untuk mielinasi.
Susu formula tidak mengandung enzim karena enzim akan rusak bila dipanaskan. Itu sebabnya, bayi akan sulit menyerap lemak susu formula dan mebyebabkan bayi menjadi diare. Jumlah asam linoleat dalam ASI sangat tinggi dan perbandingannya dengan susu buatan yaitu 6 : 1. jumlah asam linoleat yang tinggi akan emmacu perkembangan sel saraf otak bayi seoptimal mungkin dan dapat mencegah terjadinya rangsangan kejang.
Kolesterol adalah bagian dari lemak yang penting, kolesterol merupakan lemak yang meningkatkan pertumbuhan otak bayi. Kandungan kolesterol tinggi didalam ASI. Hal ini menguntungkan bayi karena sejak dini sistem peredaran darah bayi sudah beradaptasi mengolah kolesterol sendiri membentuk enzim untuk metabolisme kolesterol yang akan mengendalikan kadar kolesterol dikemudian hari sehingga dapat mencegah serangan jantung serta penebalan pembuluh darah (arterioksterosis) pada usia muda.

4. Mineral
ASI mengandung mineral yang lengkap, walaupun kadarnya relatif rendah, tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan. Zat besi dan kalsium didalam ASI merupakan mineral yang sangat stabil dan jumlahnya tidak dipengaruhi oleh diet ibu. Walaupun jumlah kecil tidak sebesar dlaam susu sapi, tetapi dapat diserap secara keseluruhan dalam usus bayi. berbeda dengan ASS yang jumlahnya tinggi, tetapi sebagian besar harus dibuang melalui sistem urinaria maupun pencernaan karna tidak dapat dicerna.

5. Vitamin
ASI juga mengandung mineral yang lengkap, vitmain cukup untuk 6 bulan sehingga tidak perlu ditambah kecuali vitamin K, karena bayi baru lahir ususnya belum mampu membentuk vitamin K. Oleh karena itu, perlu tambahan vitamin K pada hari ke-1, 3 dan 7. vitamin K1 dapat diberikan oral.

Faktor Kekebalan ASI
1. Faktor Kekebalan Non spesifik
· Faktor bifidus telah diuraikan dalam pembahasan zat hidrat arang
· Laktoferin adalah gugus asam amino dalam ASI yang mampu menghambat bakteri merugikan, misalnya candida albicans yang menghambat pertumbuhan E. Coli patogen.
· Lisozim adalah suatu substrat anti infeksi yang berguna untuk mata dan kadarnya 2 mg / 100 ml. Kadar ini 5000 kali lebih banyak dari Ass. Lisozim melindungi tubuh bayi terhadap virus herpes.

2. Faktor Kekebalan spesifik
· Sistem komplemen
· Kanal seluler – kolostrum mengandung berbagai sel hidup terdiri dari makrofag 90%, limfositi 1,15%, dan leukosit merupakan satu komponen yang mempertahankan tubuh.
· Imunoglobulin. Imunoglobulin ada 30 macam, 18 jenis berasal dari serum ibu dan 12 macam ditemukan dalam asi. Selain imunoglobulin 6 dapat menembus plasenta juga dapat memberi perlindungan terhadap penyakit difteri, tetanus, salmonela flogela dan antibodi skafilokokus, imonoglobulin A disentesis oleh sel – sel alveoli dalam kelenjar payudara dan dilepaskan oleh limfosit kedalam ASI. Imunoglobulin A kadarnya tinggi didalam ASI matur yang berfungsi menutup lumen mukosa usus bayi sehingga mencegah kuman atau virus melekat pada mukosa.

3. Pengelompokan ASI
· Stadium ASI
1) ASI Stadium I
ASI Stadium I adalah kolostrum. Kolostrum merupakan cairan yang pertama disekresi oleh kelenjar payudara dari hari ke-I sampai hari ke-4. Setelah persalinan komposisi kolostrum berwarna komposisi kuning kemasan disebabkan oleh tingginya komposisi lemak dan sel – sel hidup. Kolostrum merupakan pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi lahir segera bersih dan siap menerima ASI. Hal ini menyebabkan bayi yang mendapat ASI pada minggu ke-1 sering defenasi dan fese berwarna hitam.
2) ASI Stadium II
ASI Stadium II adalah peralihan. ASI ini diproduksi pada hari ke-4 sampai hari ke-10. komposisi protein rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang makin tinggi dan jumlah volume ASI semakin meningkat. Hal ini merupakan pemenuhan terhadap aktivitas bayi yang mulai aktif karena bayi yang sudah beradaptasi terhadap lingkungan. Pada masa ini, pengeluaran ASI mulai stabil begitu juga kondisi fisik ibu. Keluhan nyeri pada payudara sudah berkurang. Oleh karena itu, yang perlu ditingkatkan adalah kandungan protein dan kalsium dalam makanan ibu.
3) ASI Stadium III
ASI Stadium III adalah ASI matur, asi yang disekresi dari hari ke-10 sampai seterusnya. ASI matur merupakan nutrisi bayi yang terus berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai berumur 6 bulan. Setelah 6 bulan bayi mulai dikenalkan dengan makanan lain selain ASI. Dimulai dengan makanan lunak, kemudian padat dan makanan biasa sesuai dengan umur bayi.

· Komposisi nutrisi dalam kolostrum, ASI dan ASS
Kandungan nutrisi dalam kolostrum ASI dan ASS memiliki komposisi yang berbeda. Kandungan protein dalam kolostrum jauh lebih tinggi daripada dalam ASI. Komposisi ini menguntungkan bayi yang baru lahir karena dengan mendapat sedikit kolostrum ia sudah mendapat protein yang cukup banyak dan dapat memenuhi kebutuhan bayi pada minggu pertama. Sedangkan komposisi protein dalam ass hampir 3 kali asi. Keadaan ini sangat merugikan bayi karena protein dalam ASS adalah protein yang paling sulit dicerna dan sebagian besar harus dibuang dan akan menjadi beban bagi sistem pencernaan dan peredaran darah untuk membuang protein yang tidak dapat diserap tubuh bayi.
Kadar laktosa dalam kolostrum dan asi tidak jauh berbeda. Tetapi bila dibandingkan dengan laktosa ass sangat kecil dan kurang dari separuhnya. Hal ini disebabkan oleh laktosa ASI berperan sebagai nutrisi, pemicu adanya faktor bifidus dalam usus bayi dan juga sebagai media pembiakan kuman yang baik yang memproduksi berbagai vitamin yang sangat dibutuhkan bayi baru lahir.
Kandungan asam linoleat ASI adalah enam kali lipat bila dibandingkan dengan asam linoleat pada ASS. Asam linoleat sangat penting sebagai faktor utama pembangunan sel saraf otak dan hanya ditemukan 1/6 bagian di ass. Hal ini tentu sangat merugikan sistem pertumbuhan dan perkembangan jaringan otak.
Mineral dalam ass memiliki kandungan jauh lebih tinggi, seperti fosfor enam kali lebih banyak dibandingkan yang ada dalam asi. Hal ini dapat menyebabkan timbunan fosfer yang berlebih dan memudahkan terjadinya rangsangan kejang. Taurin merupakan bahan utama untuk terbentuknya jaringan otak yang tidak ditemui dalam ass. Selain asam linoleat sangat rendah pada ass juga kandungan taurin sangat kecil. Ini dapat menyebabkan anak yang mendapat ass memiliki aq lebih tinggi sehingga anak lebih cerdas.
Asi mengandung lebih dari 200 unsur zat gizi yang mempunyai peran tersendiri, faktor – faktor lain yaitu kekebalan, anti infeksi dan anti alergi tidak ditemukan dalam ass. Termasuk juga faktor pertumbuhan hormon serta enzim tidak ditemukan dalam ass.

· Pemberian pendamping ASI matur
1) Kelompok umur 0-1 tahun (bayi)
Pada kelompok ini sebagian besar asupan makanan berasal dari air susu ibu, ASI merupakan makanan yang ideal untuk bayi terutama pada bulan – bulan pertama. Pada umur 0 – 6 bulan, asi merupakan makanan utama bagi bayi, pada umur lebih dari 6 bulan, selain ASI dapat diberikan makanan cair mulai dari sari buah kemudian bubur halus. Pada umur 7-9 bulan boleh diberikan bubur yang dicampur dcengan sayuran dan berbagai sumber protein nabati dan hewani. Setelah umur 9 bulan 12 bulan dapat diberikan makanan yang lebih padat. Setelah 1 tahun boleh dilatih dengan pemberian nasi, meskipun demikian asi harus terus diberikan sampai usia 2 bulan. Asi sangat berpengaruh pada perkembangan sel – sel otak yang merupakan faktor penentu kecerdasan seseorang.

2) Kelompok umur lebih dari satu tahun
Setelah umur 1 tahun, menu makanannya harus bervariasi untuk mencegah kebosanan dan diberi susu sereal, daging,sup, sayuran dan buah – buahan. Usia 1 – 3 tahun anak bersifat konsumen pasir artinya kualitas dan kuantitas makanan yang diberikan bergantung orangtuanya. Makanan padat yang diberikan tidak perlu diblender lagi melainkan diberikan dalam bentuk kasar supaya anak yang sudah mempunyai gigi belajar untuk mengunyah.

KESIMPULAN

ASI Ekslusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah lahir sampai bayi berumur 6 bulan tanpa pemberian makanan lain waluapun hanya air putih. Setelah 6 bulan, bayi tetap diberikan ASI sampai berumur dua tahun.
ASI mengandung nutrisi, hormon, unsur kekebalan faktor pertumbuhan, anti alergi serta anti inflamasi.
Unsur Nutrisi ASI
· Hidrat Arang
· Protein
· Lemak
· Mineral
· Vitamin
Faktor Kekebalan ASI
· Faktor Kekebalan Non spesifik
· Faktor Kekebalan spesifik
Stadium ASI
· ASI Stadium I
· ASI Stadium II
· ASI Stadium III


DAFTAR PUSTAKA

Sri Purwanti Hubertin, S.Sit, 2004, Konsep Penerapan ASI Ekslusif, Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran, EGC.

Tidak ada komentar: