Kamis, 16 September 2010

Ancephalus

Ancephalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk. Ancephalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis)BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Cacat janin ada yang bersifat ringan, seperti polidaktili (kebanyakan jari) dan ada yang berat, yang tidak memungkinkan kelanjutan hidup seperti anensefal.
Cacat bawaan merupakan penyebab penting dari kelahiran mati. Kejadian cacat bawaan dipengaruhi oleh umur ibu, banyak terdapat pada anak yang lahir dari ibu 35 tahun ke atas. Juga hidrosefal lebih banyak terdapat pada anak dari ibu yang sudah lanjut umurnya.
Ancephalus dan spina bifida lebih banyak terdapat pada anak yang pertama dan keenam atau lebih, juga lebih banyak terdapat pada bayi perempuan dan bayi laki-laki.
Apabila seorang ibu pernah melahirkan anak dengan cacat bawaan, kemungkinan bahwa ia akan melahirkan anak dengan cacat bawaan lagi lebih besar, dibandingkan dengan ibu yang belum. Kenyataan ini berlakuuntuk spina bifida, anensefal, dan bibir sumbing.
Perlu juga dikemukakan bahwa cacat bawaan sering bersifat multipel. Jadi, apabila kita menemukan suatu cacat, kita perlu mencurigai kemungkinanadanya cacat yang lain dan harus mencarinya.
Anenchepalus adalah keadaan di mana bayi lahir tanpa tulang tengkorak bagian atas, yang disertai tak sempurnanya pembentukan sebagian besar otak. Ini lantaran proses pembentukan tabung saraf yang tak sempurna. Karena kecacatannya cukup berat, bayi tersebut tak akan mampu bertahan hidup lebih lama, sehingga akan meninggal dunia segera setelah dilahirkan.
Angka kejadiannya cukup jarang, kurang lebih satu dari 1.000 kelahiran. Sampai saat ini, penyebabnya yang pasti belum dapat ditemukan. Tapi kemungkinan besar terkait erat dengan kelainan genetika atau kelainan kromosom. Dijumpai pula hubungan dengan kekurangan asupan asam folat pada ibu hamil, sehingga penambahan asupan asam folat sejak hamil sangat dianjurkan. Anenchepalus juga dapat timbul pada janin akibat ibu menderita diabetes mellitus. Keadaan ini disebut embrio diabetik.
Meski penyebabnya belum diketahui pasti, penting untuk mengamati kondisi janin pada kehamilan berikutnya. Sebab, ada 5% kemungkinan kasus anenchepalus berulang. Pengamatan dapat dilakukan dengan USG atau pemeriksaan kadar alfa-fetoprotein (AFP) pada darah ibu atau cairan ketuban.
Berdasaran uraian diatas, maka penulis ingin mengangkat diagnosa keperawatan dengan Ancephalus.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Adapun secara umum laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran serta mampu menerapkan askep pada bayi dengan kasus Ancephalus.
2. Tujuan Khusus
a. Mendapatkan pengkajian terhadap klien dengan Ancephalus.
b. Merumuskan diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada klien dengan Ancephalus.
c. Menyusun rencana tindakan pada klien dengan Ancephalus.
d. Melaksanakan tindakan keperawatan pada klien dengan Ancephalus.
e. Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan dari intervensi pada klien dengan Ancephalus.


C. Manfaat
1. Bagi Pendidikan
Sebagai bahan pedoman dalam memberikan pendidikan bagi mahasiswa didik dalam menerapkan askep pada klien dengan Ancephalus.
2. Bagi Mahasiswa
Sebagai penambahan wawasan dalam melaksanakan askep pada klien dengan Ancephalus.


BAB II
KONSEP DASAR

1. Definisi
Ancephalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk. Ancephalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis).
Ancephalus terjadi jika tabung saraf sebelah atas gagal menutup, tetapi penyebabnya yang pasti tidak diketahui. penelitian menunjukkan kemungkinan Ancephalus berhubungan dengan racun di lingkungan juga kadar asam folat yang rendah dalam darah. Ancephalus ditemukan pada 3,6-4,6 dari 10.000 bayi baru lahir.
Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk. Anensefalus adalah suatu kelainan tabung saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis).

2. Faktor Penyebab
Faktor resiko terjadinya Ancephalus adalah:
- Riwayat Ancephalus pada kehamilan sebelumnya
- Kadar asam folat yang rendah.
Resiko terjadinya Ancephalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama.


3. Tanda dan Gejala
- Ibu
Polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
- Bayi
a. tidak memiliki tulang tengkorak
b. tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum)
c. kelainan pada gambaran wajah
d. kelainan jantung.

4. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
- kadar asam lemak dalam serum ibu hamil
- amniosentesis (untuk mengetahui adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein)
- kadar alfa-fetoprotein meningkat (menunjukkan adanya kelainan tabung saraf)
- kadar estriol pada air kemih ibu
- usg.
Bayi yang menderita Ancephalus tidak akan bertahan, mereka lahir dalam keadaan meninggal atau akan meninggal dalam waktu beberapa hari setelah lahir

5. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan anak dengan Ancephalus terkait – x akibat stenosis akueduktus. Riwayat prematuritas masa lalu dengan perdarahan intrakranial, meningitis/ensefalitis adalah penting untuk pemastian. Bintik cafe-au-lait multipel dan tanda klinis neutrofil bromatosis lain mengarah pada stenosis akueduktus sebagai penyebab Ancephalus. Pemeriksaan meliputi infeksi yang cermat, palpasi dan auskulatasi kepala dan spina. Terapi, terapi untuk Ancephalus tergantung pada penyebabnya.
DAFTAR PUSTAKA

Ilmu Kesehatan Anak, Edisi 5 Vol. 13 Nelson.

Patofisiologi Untuk Keperawatan dr. Jan Tambayang

Diagnosa Keperawatan, edisi 8 Lynda Juall Carpenito.

Tidak ada komentar: