Kamis, 16 September 2010

teknik asertif

Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lainTEKNIK ASERTIF

Anda beberapa kali mendengar istilah ”asertif”, namun masih bertanya-tanya, apa itu asertif? mengapa sebaiknya memiliki sikap asertif? apa keuntungan bersikap asertif? bagaimana agar sikap asertif ada pada diri Anda? Berikut definisi asertif, dan berbagai hal yang perlu Anda ketahui mengenai sikap asertif..
Pernahkah Anda merasa kesulitan untuk menolak permohonan teman Anda untuk membantu menyelesaikan tugas kantor padahal pada saat yang bersamaan pun Anda sedang dikejar deadline untuk memberikan laporan keuangan pada atasan ? Pernahkah Anda merasa jengkel karena tidak bisa ?membela? tokoh politik pujaan Anda yang sedang dikomentari habis-habisan oleh rekan-rekan Anda yang anti tokoh tersebut?
Ya, mungkin seringkali Anda dihadapkan pada berbagai situasi yang kurang lebih sama dengan ilustrasi diatas. Apa yang Anda rasakan? Anda mungkin akan merasa kesal, marah, jengkel dan merasakan perasaan tidak nyaman lainnya, namun Anda merasa tidak berdaya dan tidak tahu harus berbuat apa. Mengapa kondisi ini bisa menimpa Anda?

Jawabannya adalah.. Anda kurang Asertif !

Definisi Asertivitas
Asertivitas adalah suatu kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain.
Menjadi asertif bukanlah hal yang mudah, karena dalam bersikap asertif seseorang dituntut untuk jujur terhadap dirinya dan jujur pula dalam mengekspresikan perasaan, pendapat dan kebutuhan secara proposional, tanpa ada maksud untuk memanipulasi, memanfaatkan atau pun merugikan pihak lainnya. Budaya negara Indonesia yang ramah tamah, saling menghormati, dan penuh basa basi? membuat kebanyakan orang menjadi enggan untuk bersikap asertif. Perasaan takut mengecewakan orang lain, berbuat tidak sopan, dan takut tidak disukai atau tidak diterima lingkungan adalah perasaan yang paling dominan timbul ketika seseorang akan bersikap asertif. Keinginan untuk tetap mempertahankan kelangsungan hubungan membuat seringkali orang membiarkan dirinya untuk bersikap non asertif (memendam perasaan, perbedaan pendapat). Padahal, kondisi ini sebenarnya justru mengancam kelangsungan hubungan karena ada salah satu pihak yang merasa dimanfaatkan maupun merasa tidak dihargai.

Pasif Vs Asertif Vs Agresif
Dimanakah posisi Asertivitas terhadap sikap Pasif dan Agresif ? Jika diletakkan pada suatu garis lurus, sikap asertif berada antara sikap pasif dan sikap agresif. Sikap pasif adalah sikap menerima saja, tidak giat, tidak aktif, sedangkan sikap agresif menunjukkan ekspresi yang terkesan melecehkan, menghina, menyakiti, merendahkan dan bahkan menguasai pihak lain sehingga tidak ada rasa saling menghargai dalam interaksi atau komunikasi tersebut. Berlaku asertif dapat ditunjukkan dengan mengomunikasikan kebutuhan, keinginan, perasaan atau opini Anda kepada orang lain dengan cara langsung dan jujur tanpa maksud untuk menyakiti perasaan siapa pun.

Latihlah Diri Anda untuk Menjadi Lebih asertif !
1. Buat keputusan bahwa Anda mau bersikap asertif ketimbang bersikap pasif atau agresif.
2. Yakinlah akan pilihan Anda. Jika Anda sudah merasa yakin dan pasti akan pilihan Anda sendiri, maka akan lebih mudah menyatakannya dan lebih percaya diri. Lakukan klarifikasi bila Anda belum begitu paham atas apa yang dimintakan pada Anda. Kejelasan akan membuat Anda yakin dan perasaan yakin akan membuat Anda dapat menentukan sikap yang pasti.
3. Jika Anda merasa harus memberikan penjelasan atas penolakan yang Anda lakukan, maka lakukanlah secara singkat, jelas, dan logis karena penjelasan yang panjang lebar dapat mengundang argumentasi dari pihak lain.
Untuk penolakan gunakanlah kata-kata yang tegas, seperti: ”’tidak”, dari pada ”sepertinya saya kurang setuju” , ”sepertinya saya kurang sependapat” , ”saya kurang bisa”
4. Sesuaikan bahasa tubuh Anda dengan pernyataan yang Anda sampaikan. Misalkan, ketika Anda menolak permintaan orang lain, maka janganlah menggekspresikan bahasa tubuh yang bertolak belakang seperti tertawa-tawa atau tersenyum.
Jika Anda berhadapan dengan seseorang yang terus menerus mendesak Anda padahal Anda juga sudah berulang kali menolak, maka alternatif sikap atau tindakan yang dapat Anda lakukan : mendiamkan, mengalihkan pembicaraan, atau bahkan menghentikan percakapan.
5. Anda tidak perlu meminta maaf atas penolakan yang Anda sampaikan (karena Anda berpikir hal itu akan menyakiti atau tidak mengenakkan buat orang lain). Sebenarnya, akan lebih baik Anda katakan dengan penuh empati seperti:
”saya mengerti bahwa berita ini tidak menyenangkan bagimu.....tapi secara terus terang saya sudah memutuskan untuk ...”
Janganlah mudah merasa bersalah! Anda tidak bertanggung jawab atas kehidupan orang lain atau atas kebahagiaan orang lain. Anda bisa bernegosiasi dengan pihak lain agar kedua belah pihak mendapatkan jalan tengahnya, tanpa harus mengorbankan perasaan, keinginan dan kepentingan masing-masing.

Keuntungan Bersikap Asertif
Dengan bersikap asertif maka beberapa keuntungan yang bisa Anda peroleh adalah :
- Keinginan, kebutuhan, dan perasaan Anda akan dimengerti oleh orang lain.
- Akan membuat posisi Anda terbuka, sehingga orang lain akan merasa nyaman berhubungan dengan Anda.
Setiap keputusan dapat diambil dalam waktu yang cepat, karena Anda merasa yakin dan tahu sikap apa yang harus diambil.

Sikap Asertif di Tempat Kerja
Bekerja dalam bidang apapun komunikasi adalah salah satu kunci sukses, dan sikap asertif adalah faktor penting dalam komunikasi. Sikap asertif terbukti sangat bermanfaat ketika Anda berada dalam situasi yang tidak menyenangkan di tempat kerja. Seemosional apapun anda, sikap asertif dapat meminimalisasi komunikasi yang defensif. Misalkan saja, ketika bos Anda sedang mengalami bad mood dan terus menerus marah sepanjang hari tanpa alasan yang jelas, maka jika Anda adalah seorang yang asertif, Anda akan berani mengungkapkan perasaan tidak nyaman Anda pada bos dengan nada yang lebih bersahabat, bukan dengan nada penuh emosi.
Dibawah ini terdapat beberapa tips untuk dapat bersikap asertif di tempat kerja :
Bedakan dengan jelas apa saja yang menjadi hak Anda dan apa yang bukan hak Anda tetapi Anda menginginkannya. Seorang yang asertif bisa memenuhi keinginannya walaupun sebetulnya itu bukan haknya tanpa pemaksaan dan tindakan destruktif.
Berani mengungkapkan sesuatu yang mengganjal perasaan Anda, dengan cara yang ?bersahabat?.
Tunjukkan image yang positif, misalnya dengan bertutur kata dan bertingkah laku sopan.
Pandai membaca keadaan. Jika ingin mengungkapkan sesuatu pastikan suasana dan kondisinya dalam keadaan tenang dan tidak dalam keadaan yang penuh emosi.
Dalam keadaan emosi jangan sekalipun mengungkapkan keinginan Anda, karena dikhawatirkan hasilnya tidak objektif karena dipengaruhi oleh hal-hal yang bersifat subyektif dan emosionil.
Pada intinya dengan sikap asertif akan mempermudah Anda dalam membangun hubungan kerja yang lebih komunikatif sekaligus kondusif. Karena sikap asertif akan meningkatkan moral kerja, kinerja, dan produktivitas Anda. Pada akhirnya sikap asertif ini akan membentuk tim kerjasama yang solid dalam organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Silarus Ratna, Yulia, 2005, Model Praktek Keperawatan Profesional di Rumah Sakit Panduan Implementasi, EGC, Jakarta

Ratna Sitorus, 205, Model Praktek Keperawatan Profesional di Rumah Sakit, EGC, Jakarta

Http://Library - USU, AC.id/down load/FK/L4P3R – Tirta.pdf

Tidak ada komentar: