Sabtu, 09 Oktober 2010

artikel gawat darurat

Keperawatan gawat darurat adalah pelayanan keperawatan yang diberikan kepada, Individu, keluarga/orang terdekat dan masyarakat yang diperkirakan atau sedang mengalami keadaan yang mengancam kehidupan dan terjadi secara mendadak dalam suatu lingkungan yang tidak dapat dikendalikan.Dalam keperawatan Kegawatan ada 2 istilah yang biasa digunakan yaitu:
1. Intensive care/perawatan intensif merupakan proses keperawatan yang memerlukan pemantuan terus menerus.
2. Critical care/Perawatan kritis dimana pasien berada dalam keadaan gawat.

Kedua jenis perawatan ini memerlukan :
a. Ruangan yang khusus
b. Alat/fasilitas khusus
c. Tenaga yang terlatih

Cakupan KGD meliputi penetapan diagnosis keperawatan dan manajemen respon pasien/keluarganya terhadap kondisi kesehatan yang terjadi mendadak

Pel Kep gawat darurat tidak terjadwal dan biasanya dilaksanakan diruangan gawat darurat (Emergency), Ambulan G.D®Ruang Kep Kritikal (ICU)

Rentang Areal Pel Gawat-Darurat

Tempat Kejadian
¯
Trasportasi, Pos Siaga dan Komunikasi
¯
UGD
¯
Kamar Bedah
¯
ICU


Tujuan Utama dari Penanganan Keadaan Darurat
- Mempertahankan kehidupan
- Mencegah kerusakan sebelum tindakan/perawatan selanjutnya
- Menyembhkan pasien pada kondisi yang berguna bagi kehidupan

Filosofi Keperawatan Kegawatan

Beberapa hal yang dijadikan prinsip umum dalam perawatan pasien :
1. Pasien kritis/gawat disebabkan oleh banyak penyebab, namun penyebab kematian pada pasien mencakup masalah fisiologi.
2. Kematian pasien dapat dicegah dalam berbagai situasi, asalkan ada waktu untuk melakukan tindakan khusus.
3. pasien dalam ruangan intensif akan dirawat oleh perawat khusus yang mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah
4. Tindakan keperawatan tidak hanya didasarkan pada apa yang dilakukan, namun juga apa yang dilihat, didengar dan dirasakan oleh pasien
5. Perawatan intensif akan dimungkinkan dapat diberikan bila ada tenaga yang terlatih, fasilitah yang cukup serta adanya alat-alat khusus.

Beberapa hal yang dijadikan prinsip Khusus dalam perawatan pasien :
1. Pertahankan jalan nafas, ventilasi yang adekuat dan lakukan resusitasi bila perlu
2. Kontrol adanya perdarahan dan resikonya
3. Evaluasi dan pertahankan cardiac output
4. Cegah dan lakukan perawatan pada keadaan shock
5. lakukan pengkajian fisik
6. Kaji apakah klien mengerti terhadap intruksi perawat
7. Evaluasi ukuran dan reaktifitas pupil dan respon motorik
8. Lakukan EKG jika perlu
9. cek adanya fraktur, termasuk fraktur servikal pada pasien trauma kepala
10. Lakukan perawatan luka
11. Cek apakah klien mempunyai kondisi medis tertentu ataupun alergi
12. Lakukan pengukuran tanda-tanda vital, untuk menentukan tindakan selanjutnya.

Sistem Penanggulangan Penderita gawat Darurat
Cakupan pelayanan kesehatan yang perlu dikembangkan meliputi :
1. Penanggulangan penderita ditempat kejadian
2. Trasportasi penderita gawat darurat dari tempat kejadian kesaranan kesehatan yang lebih memadai
3. Upaya penyediaan sarana komunikasi untuk menunjang kegiatan penanggulangan penderita gawat darurat
4. Upaya rujukan ilmu pengetahuan pasien dan tenaga ahli
5. Upaya penanggulangan penderita gawat darurat dan ditempat rujukan (Unit gawat darurat dan ICU)
6. Upaya pembiayaan gawat darurat

Proses Keperawatan Gawat darurat
Dipengaruhi oleh :
1. Waktu yang terbatas
2. Kondisi pasien yamg memerlukan bantuan segera
3. Kebutuhan pelayanan yang definitive diunit lain : OK, ICU
4. Informasi yang terbatas
5. Peran dan sumber daya


Sasaran Pel gawat darurat
Kecepatan resusitasi dan stabilitas pasien gawat yang mengalami perlakuan

Pengkajian Terhadap Prioritas Pelayanan :
1. Perubahan tanda vital yang signifikan ( hipo/hipertensi, hipo/hipertemia, distress pernafasan.
2. Perubahan /gangguan tingkat kesadaran
3. nyeri dada terutama pada pasien berusia > 35 tahun
4. nyeri yang hebat
5. perdaran yang tidak dapat dikendalikan
6. kondisi yang dapat memperburuk bila pengobatan ditangguhkan
7. hilangnya penglihatan secara tiba-tiba
8. prilaku membahayakan, menyerang
9. kondisi psikologi yang terganggu/permekosaan

Perencanaanm penanggulangan bencana di komunitas
1. Pembukaan komite/tim penanggulangan bencana
2. mengidentifikasi kemungkinan bahaya bencana pada daerah tertentu
3. mengadakan latihan/simulasi penanggulangan bencana.
4. Hindari mengangkat/memindahkan yang tidak perlu, memindahkan hanya jika ada kondisi yang membahanyakan.
5. jangasn memberi minum jika ada trauma abdomen atau diperkirakan kemungkinan tindakan anestesi umum dalam waktu dekat
6. janga dipindahkan sebelum pertolongan perawat selesai dilakukan dan terdapat alat trasportasi yang memadai.

Penanggulangan saat kejadian
1. Pengelolaan jaringan komunikasi yang efektif
2. Blok area/daerah bencana
3. Mengupayakan jaringan trasportasi yang terbuka tapi terorganisasi
4. Pelaksanaan triage

Dampak Kegawatan Pada Pasien
Dampak Psikologis
Pasien diruang perawatan intensif mengalami keadaan yang sangat kritis atau mengancam kehidupan. Keadaan penyakitnya, lingkungan yang asing, penggunaan alat dan stimulus terus menerus yang mengakibatkan stress berat.
Untuk mengatasi keadaan ini menggunakan koping yang berupa:
- Menolak
- Marah
- Pasif/agresif

Tindakan Keperawatan Dampak Psikologis
- Membantu klien menentukan koping yang sesuai atau memodifikasi koping yang telah dilakukan
- Memberikan kesempatan pasien melakukan sesuatu untuk dirinya.
- Memberikan kesempatan pasien untuk membuat keputusan untuk dirinya
- Memberitahukan kepada pasien kemajuan yang dialami, walaupun sedikit
- Panggil nama pasien untuk meningkatkan harga diri pasien
- Jelaskan kepada pasien bagaimana keadaanya. Alat yang digunakan, dan bagaimana alat tersebut dapat membantu serta kapan akan dicabut
- Jelaskan kepada pasien bahwa tanda/bunyi alarm yang tidak selalu berarti bahaya

Dampak Lingkungan Kegawatan Pada Pasien
1. Sensori Imbalance
Sensori imbalance berhubungan dengan stimulus dari ke lima indra. Kualitas dan kuantitas stimulus terhadap indra ini dapat dikontrol, namun pada pasien kegawatan seringkali tidak dapat mengontrol pengaruh lingkungan terhadap input sensori.
Tindakan Keperawatan yaitu :
- Mengorentasikan pasien pada lingkungan
- Menjelaskan prosedur yang dilakukan
- Usahaka
2. Sleep Deprivation
Pada pasien kegawatan kurang tidur dapat disebabkan oleh gangguan tidur, cemas, dan nyeri.
Perawat dapat mengatasi masalah ini dengan menjadwalkan tindakan, pencahayaan tidak berlebihan, tidak ribut, memberikan pasien support dan menyakinkan pasien.

Dampak Kegawatan Pada keluarga
Pendekatan holistic merupakan pendekatan yang penting dalam memberikan asuhan keperawatan, Individu yang sakit merupakan subsistem keluarga.
Reaksi terhadap keadaan gawat berpariasi tergantung pada respon individu terhadap stress dan bagaiman mereka mengatasi stressdalam keluarga.

Peran perawat membantu keluarga dalam mengatasi masalah melalui:
- memperhatikan kebutuhan keluarga berupa kebutuhan akan informasi menyangkut keadaan pasien dan hasil yang diharapkan
- Memenuhi kebutuhan fisik/personal mencakup waktu berkunjung
- Pemberian informasi setiap hari tentang keadaan pasien
- Orentasi peraturan ruangan dan tempat keluarga menunggu pasien

1 komentar:

direx mengatakan...

mantab bnget gan askepnya